Jelang Pelantikan, Joe Biden Beri Penghormatan kepada Korban COVID-19 AS | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 20.01.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Jelang Pelantikan, Joe Biden Beri Penghormatan kepada Korban COVID-19 AS

Jelang pelantikannya sebagai presiden, Joe Biden menghadiri sebuah upacara yang digelar untuk mengenang korban meninggal dunia akibat COVID-19 di AS. Negara itu mencatat lebih dari 400.000 kematian akibat virus corona.

Presiden terpilih AS Joe Biden dan wakil presiden terpilih AS Kamala Harris di upacara penghormatan korban meninggal dunia akibat COVID-19.

Presiden terpilih AS Joe Biden dan wakil presiden terpilih AS Kamala Harris di upacara penghormatan korban meninggal dunia akibat COVID-19.

Menjelang pelantikannya sebagai presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengambil bagian dalam sebuah upacara penghormatan yang digelar di dekat Lincoln Memorial, Washington DC. Upacara digelar untuk mengenang 400.000 warga AS yang telah kehilangan nyawanya akibat COVID-19. Wakil Presiden terpilih Kamala Harris juga turut hadir dalam upacara tersebut.

Dalam upacara, 400 lampu sebagai representasi korban meninggal dunia akibat virus corona ditata sedemikian rupa di sekitar kolam. Lonceng di Katedral Nasional Washington juga berdentang sebanyak 400 kali.

Sekitar 400 lampu dinyalakan di dekat Lincoln Memorial untuk mengenang 400.000 korban meninggal dunia akibat COVID-19 di AS.

Sekitar 400 lampu dinyalakan di dekat Lincoln Memorial untuk mengenang 400.000 korban meninggal dunia akibat COVID-19 di AS.

Tidak hanya di Washington, kota-kota lain di seantero AS juga mengadakan upacara serupa. Empire State Building di New York diterangi dengan lampu merah yang berkedip-kedip, yang mencerminkan detak jantung. Sementara di Salt Lake City, lonceng di Utah Capitol dibunyikan sebanyak 15 kali untuk menghormati lebih dari 1.500 nyawa yang hilang akibat COVID-19 di negara bagian tersebut.

Jumlah kematian akibat COVID-19 di AS memang sangat tinggi, menyumbang hampir 1 dari setiap 5 kematian yang tercatat di seluruh dunia.

Bagaimana situasi pandemi COVID-19 di dunia saat ini?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa sumber daya medis di beberapa bagian Amerika Utara dan Selatan sudah hampir melewati batasnya dengan meningkatnya jumlah infeksi di seluruh benua.

“Di seluruh wilayah kami, terutama di Amerika Utara dan Selatan, banyak rumah sakit yang beroperasi sudah berada sangat dekat atau justru berada di batas kapasitasnya,” kata Clarissa Etienne, direktur Pan American Health Organization (PAHO).

Di Meksiko, pencurian empat dosis vaksin virus corona dari rumah sakit umum tengah diselidiki. Negara ini telah mengerahkan militer untuk menjaga vaksin dan mencegahnya jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Meski begitu, melalui sebuah pernyataan, militer negara itu menyebut bahwa “tindakan tidak jujur” tersebut bisa saja dilakukan karena “kepentingan pribadi anggota tim vaksinasi rumah sakit”, sehingga tampaknya tidak dapat dicegah.

Kanada dilaporkan tidak akan mendapatkan vaksin cirus corona BioNTech-Pfizer pekan depan. Dan jumlah yang mereka dapatkan 50% lebih sedikit dari yang diharapkan pada bulan depan, demikian menurut otoritas di negara tersebut.

Pekan lalu, Pfizer mengatakan akan memperlambat manufaktur pada akhir Januari dan awal Februari karena perubahan dalam proses produksi vaksin. Hal ini mengakibatkan kurangnya pasokan vaksin untuk Kanada dan negara-negara Uni Eropa. 

Data kasus harian baru COVID-19 di sejumlah negara tiap satu juta penduduk per 13 Januari

Data kasus harian baru COVID-19 di sejumlah negara tiap satu juta penduduk per 13 Januari

Di Jerman, Kanselir Angela Merkel dan 16 perdana menteri negara bagian sepakat memperpanjang lockdown hingga 14 Februari. Beberapa langkah baru juga turut diperkenalkan ke publik, termasuk aturan lebih ketat tentang jenis masker yang harus dikenakan di tempat umum, juga aturan bagi pemilik perusahaa atau pemberi kerja yang harus mengizinkan karyawannya bekerja dari rumah.

Di Indonesia, jumlah kasus infeksi COVID-19 masih terus bertambah. Hingga Selasa (19/1), kasus COVID-19 di tanah air telah tembus sebanyak 927.380 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 26.590. Sementara pasien sembuh sebanyak 753.948. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, tren kenaikan kasus pada pekan ini menjadi yang tertinggi sejak awal pandemi.

gtp/pkp (dari berbagai sumber)

Laporan Pilihan