Jerman Usulkan Usia Pensiun 69 Tahun, Bagaimana dengan Indonesia? | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 24.10.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

jerman

Jerman Usulkan Usia Pensiun 69 Tahun, Bagaimana dengan Indonesia?

Bank Sentral Republik Federal Jerman, Bundesbank, mengeluarkan pernyataan yang berupa usulan untuk menaikkan umur pensiun menjadi hampir 70 tahun. Sedangkan umur pensiun di Indonesia rata-rata 58 tahun.

Bank Sentral Republik Federal Jerman (Bundesbank) mengeluarkan pernyataan pada hari Senin (21/10) yang berupa usulan untuk menaikkan umur pensiun menjadi hampir 70 tahun. Angka yang disarankan ini berselisih 4 tahun dari rata-rata umur pensiun di Jerman yang sekarang ada di angka 65 tahun.

Usulan ini tentu tidak dikeluarkan tanpa penelitian atau prediksi yang telah dilakukan secara intensif oleh badan pengatur kebijakan fiskal dan Bundesbank. Usulan ini bertujuan untuk menjaga angka penerima pensiunan di angka yang stabil. Bundesbank memprediksi bahwa perkembangan demografi mendatang akan menempatkan anggaran negara dibawah tekanan dan memberatkan ekonomi negara di kemudian hari.

"Oleh sebab itu, perombakan dibutuhkan di skema pensiunan yang sekarang sedang berjalan.”, ujar ekonom dari Bundesbank. "Angka ini masih mungkin berubah (menurun), ini dikeluarkan berdasarkan penelitian secara umum dan rencana penurunan pengeluaran negara dalam jangka panjang." 

Umur pensiun di Jerman telah naik secara bertahap sejak tahun 2012, ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada tahun 2031 umur pensiun direncanakan akan terlebih dahulu naik menjadi 67 tahun.

Secara lebih spesifik Bundesbank mengajukan usulan umur pensiun menjadi 69 tahun dan empat bulan, ini artinya orang-orang yang lahir di bulan Januari 2001 baru bisa menikmati masa pensiunnya mulai bulan mei 2070.

Selisih hampir 1 dekade dengan Indonesia

Di Indonesia, rata-rata seseorang memasuki masa pensiun adalah pada usia 55 sampai 60 tahun dan tergantung pada profesi tertentu. Sebab dari selisih yang mencapai hampir 1 dekade ini adalah struktur populasi yang berbeda antara Jerman dan Indonesia. 

Struktur populasi dan umur pensiun memiliki hubungan yang kuat dan memiliki dampak ekonomi yang signifikan untuk suatu negara. Orang-orang dengan umur produktif kerja dari total populasi dan jumlah dari generasi mendatang yang akan menggantikan tenaga kerja dikemudian hari menjadi dasar rumus hitungan umur pensiun suatu negara.

Struktur populasi Jerman diibaratkan sebagai piramida yang terbalik, dimana populasi didominasi kelompok umur yang tinggi dan sangat rendahnya generasi penerus. Sementara itu, Indonesia struktur populasi sebaliknya. 

Banyak faktor yang menjadi pertimbangan suatu negara dalam menetapkan kebijakan fiskal yang termasuk juga menetapkan umur pensiun penduduknya. Jerman, dengan pola demografi yang tidak sekaya Indonesia harus mencari jalan unuk menstabilkan dan menjaga perekonomian negaranya yang sudah terkenal sangat kuat ini. (hp)