1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

070710 Guantanamo Deutschland

8 Juli 2010

Dua pria, yang berasal dari Suriah dan Palestina, diterima di Jerman setelah mendekam hampir 9 tahun lamanya di kamp tahanan Amerika Serikat di Kuba. Belum jelas, status apa yang akan diterima keduanya di Jerman.

https://p.dw.com/p/OE1b
Bendera Amerika Serikat berkibar di kamp tahanan Guantanamo, KubaFoto: AP

Kedua pria tersebut tidak menghadapi tuntutan apapun di Amerika Serikat dan karena itu tidak berbahaya menurut pandangan pemerintah Jerman. Salah satu dari mereka akan bermukim di negara bagian Rheinland-Pfalz, lainnya di Hamburg. Demikian pernyataan Menteri Dalam Negeri Thomas de Maizière dalam konferensi pers mendadak di Berlin. "Pemerintah Jerman selalu mengkritik keberadaan penjara Guantanamo. Karenanya kami melihat hal ini sebagai tanggungjawab untuk membantu penghapusan kamp tersebut," demikian alasan penerimaan yang dikemukakan Maizière.

Awalnya Washington memohon agar Jerman menerima tiga tahanan yang tidak bisa kembali ke negara asalnya. Namun setelah peninjauan terinci, Jerman memutuskan hanya menerima dua orang. Ini bukan keputusan mudah, kata Menteri Dalam Negeri de Maizière. Harus betul-betul jelas, apakah penerimaan kedua bekas tahanan Guantanamo itu tidak membahayakan keamanan Republik Federal Jerman. "Saya mengambil keputusan ini dalam perpaduan antara aspek keamanan bagi rakyat Jerman, bagi aspek kemanusiaan dan bagi kepentingan keamanan Jerman dari segi politik. Dengan perpaduan ketiga prinsip inilah keputusan diambil," ungkap de Maizière.

Sebuah tim dari Kemetrian Dalam Negeri dan aparat keamanan berkunjung ke Guantanamo bulan Maret untuk bertemu muka dan mewawancara mereka.

Dengan menerima kedua bekas tahanan Guantanamo ini, Jerman menolak permintaan AS untuk menerima tahanan berikutnya. Menteri Dalam Negeri de Maizière berharap, AS sendiri juga menerima bekas penghuni Guantanmo yang tidak berpotensi sebagai bahaya dan tidak dapat dipulangkan ke tanah airnya. Menurut Amnesty International, masih terdapat 181 tahanan di Guantanamo, 32 di antaranya tidak bisa kembali ke negara asal mereka karena terancam diburu, dipenjara atau disiksa.

Sejauh ini belum jelas, status apa yang diterima kedua bekas tahanan itu di Jerman. Boleh jadi, ruang gerak mereka dibatasi dan hanya boleh bermukim di dua negera bagian yang menerima mereka, yaitu Hamburg dan Rheinland-Pfalz. Menteri dalam negeri Jerman menegaskan, hal terpenting saat ini bukanlah status ijin tinggal, melainkan perrsoalan kemanusiaan.

"Kedua pria yang mendekam sembilan tahun di penjara Guantanamo itu tentu membutuhkan pendampingan, dokter dan dorongan untuk bersosialisasi kembali dalam masyarakat. Semua itu jelas lebih penting daripada pertanyaan jenis ijin tinggal apa yang diberikan pada mereka," jelas de Maizière.

Penerimaan bekas tahanan Guantanamo menjadi perdebatan di Jerman selama berbulan-bulan. Penolakan terutama datang dari kalangan Partai Uni Kristen Demokrat CDU dan negara-negara bagian yang dipimpin oleh partai konservatif itu.

Bettina Marx/Renata Permadi

Editor: Hendra Pasuhuk