Jerman Tak Goyah Hadapi Video Ancaman | Fokus | DW | 13.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Jerman Tak Goyah Hadapi Video Ancaman

Di Jerman diskusi mengenai terorisme kembali meruak, setelah dua video ancaman dipublikasikan di internet.

Komisi khusus Kementerian Luar Negeri Jerman siaga hadapi penculikan

Komisi khusus Kementerian Luar Negeri Jerman siaga hadapi penculikan

Lebih dari sebulan lalu dua warga Jerman menghilang di Irak. Dari awal sudah ada dugaan bahwa mereka diculik. Namun hal itu menjadi pasti akhir pekan ini, ketika dua film video ditayangkan lewat internet. Video itu menyiarkan ancaman, dua warga Jerman yang diculik di Irak akan dibunuh bila Jerman tidak segera menarik tentaranya dari Afghanistan.

Mengenai video yang tersebar itu, Menteri Dalam Negeri Jerman Wolfgang Schäuble bertutur, "Meski tidak memiliki petunjuk yang jelas, kami harus menanggapinya secara serius. Hal ini menguatkan pendapat kami, bahwa Jerman merupakan bagian dari wilayah yang terancam serangan teror. Sekarang ancaman itu lebih besar lagi.“

Seperti dalam video yang pertama, kelompok yang menyebut dirinya "Suara Kalifat“ menuntut penarikan pasukan Jerman dari Afghanistan. Di televisi Jerman, politisi Uni Kristen ini tak sedikitpun menunjukan keraguan, pengerahan pasukan di Afghanistan maupun pendidikan polisi negara itu akan dilanjutkan. Schauble menegaskan, perang ini juga demi keamanan Jerman dan Jerman tidak bersedia diperas.

Hal serupa diutarakan Ketua Partai Sosial Demokrat Kurt Beck yang menilai ada kaitan antara kedua video itu dengan pengiriman pesawat Tornado ke Afghanistan. Berbeda dengan Kurt Beck, Ketua Partai Kiri, Lothar Bisky tidak melihat ada kaitan antara keputusan parlemen itu dengan kedua video yang dipublikasi di internet itu. Meski seluruh anggota Fraksi Kiri menentang pengerahan pesawat Tornado itu, Bisky mengingatkan bahwa ancaman itu harus disikapi secara serius, karena sampai sekarang aktifitas teroris tidak berkurang dan kelompok teroris bertambah kuat.

Sementara Ketua Partai Hijau, Reinhard Bütikofer mengingatkan bahwa sengketa politik bukan harus dihindari. Ia mengatakan, "Menghadapi penculikan seperti ini, tidak seharusmya partai-partai politik bertengkar soal perlu atau tidaknya Jerman keluar dari Afghanistan.“

Ketua Serikat Buruh Polisi, Konrad Freiberg, menuntut pengertian atas tindak pencegahan seperti pengawasan dan pelacakan internet. Ia sebutkan, saat ini berlangsung 210 penyelidikan yang berkaitan dengan aktifitas teroris Islam. Selain itu ada sekitar 100 orang di Jerman yang dianggap membahayakan. Sampai kini di Jerman undang-undang untuk melaksanakan penyelidikan online masih terus dibahas.

Meski banyak ancaman, seperti penculikan maupun serangan bom, ada sekitar 200 warga Jerman yang menetap di Irak. Jumlah ini tidak berkurang, walaupun sudah beberapa kali terjadi kasus penculikan warga Jerman di sana. Dalam sejarah Jerman terbaru, ada dua kasus yang membuat heboh termasuk penculikan arkeolog Susanne Osthoff dari Bayern dan dua orang insinyur dari Leipzig. Dalam drama yang sempat mencekam Jerman itu, ketiganya dibebaskan dalam keadaaan sehat.