Jerman siap kirim tentara ke Libanon | dunia | DW | 28.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman siap kirim tentara ke Libanon

Jerman siap krim lebih dari 1200 tentara untuk bergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL.

Pasukan UNIFIL Perancis tiba di Libanon

Pasukan UNIFIL Perancis tiba di Libanon

Tampaknya, pasukan Jerman yang akan dikirim ke Timur Tengah harus menyiapkan diri untuk konfrontasi. Jurubicara pemerintah Jerman, Ulrich Wilhelm mengungkapkan, berdasarkan alasan sejarah Jerman tidak akan mengirimkan pasukan darat, yang mungkin akan terpaksa berhadapan dengan militer Israel. Namun sebagai bagian helm biru yang bertugas menjaga wilayah perairan, pasukan Jerman harus siap untuk menjalankan mandat yang tegas. Wilhem menyatakan:

Ulrich Wilhem: „Komponen maritim dalam misi internasional ini harus mampu meyakinkan Israel untuk mengangkat blokade yang saat ini diberlakukan terhadap Lebanon. Yaitu dengan menjamin bahwa tidak ada bantuan senjata yang dikirim lewat laut untuk kelompok Hisbullah dan milisi lain.“

„Siap tempur“ itulah kata-kata yag digunakan Menteri Pertahanan Franz Josef Jung dari partai CDU, menggambarkan tugas pasukan Jerman dalam sebuah wawancara dengan Frankfurter Allgemeiner Sonntagszeitung. Tanpa secara persis menggunakan kata-kata „siap tempur“, hal yang serupa disampaikan Kurt Beck dari partai SPD. Dalam wawancara dengan Televisi Jerman ZDF, Kurt Beck menuturkan:

Kurt Beck: „Nanti, bila ada kapal yang tidak mematuhi persyaratan PBB, maka kapal itu harus di stop, di periksa dan dalam situasi darurat, juga diamankan.“

Menurut informasi majalah Der Spiegel, marinir Jerman akan bertugas mengawasi wilayah pesisir Lebanon. Selain dengan kapal perang, pesawat jet pengintai juga akan bersiaga. Walaupun banyak bocoran informasi, jurubicara Kementerian Pertahanan Jerman mengemukan tidak dapat memberikan pernyataan konkret mengenai partisipasi Jerman dalam misi PBB itu. Disebutkannya hal ini adalah karena perdebatan yang masih berlangsung.

Kritik bukan hanya datang dari satu arah. Ketua Fraksi partai liberal Jerman FDP, Guido Westerwelle melontarkan kritik terhadap politik Jerman untuk Timur Tengah. Ia katakan, diskusi mengenai kesertaan tentara Jerman dalam misi PBB bukan berdasarkan permintaan masyarakat Internasional. Melainkan dimulai oleh Menteri Pertahanan tanpa ada kebutuhan untuk itu. Guido Westerwelle mengatakan,

Guido Westerwelle: „Dengan memicu diskusi ini, Menteri Pertahanan Jerman telah melanggar tradisi yang diberlakukan oleh setiap pemerintahan Jerman. Dan saya mengkritik Kanselir Jerman, yang tidak dari awal menghentikan diskusi ini, seperti yang telah dilakukan oleh semua kanselir Jerman sebelumnya.“

Juga pakar politik luar negeri dari Partai Kiri, Wolfgang Gehrke menyam paikan peringatan terhadap pemerintahan Jerman. Ia menuduhnya, sudah melewati batas karena jelas-jelas telah membohongi parlemen dan masyarakat dengan menyatakan sebelumnya bahwa pasukan Jerman tidak akan dihadapkan dengan pertempuran.
Iklan