Jerman Serukan Dialog Dengan Islam | Fokus | DW | 11.02.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Jerman Serukan Dialog Dengan Islam

Dalam sidang khusus parlemen Jerman Bundestag hari Jumat (10/02), politisi dari seluruh partai menyerukan dialog dengan dunia Islam.

Ketua Fraksi Partai Hijau Fritz Kuhn

Ketua Fraksi Partai Hijau Fritz Kuhn

Lain dari biasanya, sidang Bundestag kali ini tidak diwarnai perdebatan sengit antar partai. Partai-partai politik di Jerman menggarisbawahi pentingnya rasa hormat terhadap budaya lain, namun menegaskan juga pentingnya sikap menolak kekerasan dan prinsip kebebasan.

Para politisi menegaskan pentingnya kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Tapi mereka mengeritik penerbitan karikatur Nabi Muhammad. Anggota parlemen dari Partai Sosialdemokrat Sebastian Edathy menyatakan, penerbitan karikatur itu di Denmark memang tidak melanggar aturan hukum, tapi sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat. Ketua Fraksi Partai Hijau Fritz Kuhn menerangkan, karikatur Nabi tentu saja melukai umat muslim.

Fritz Kuhn: „Siapa yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai teroris, terutama melukai kalangan muslim yang justru menolak kekerasan dan bersikap damai. Karikatur ini sebagian bersifat rasis.“

Ketua Fraksi Partai Hijau Fritz Kuhn menegaskan, tentu saja kebebasan berpendapat harus dilindungi. Masyarakat yang merasa marah juga punya hak untuk melakukan aksi protes, tapi tanpa kekerasan. Pejabat di Kementerian Luar Negeri, Günter Gloser dari SPD menerangkan, pemerintah Jerman selama ini mengandalkan dialog. Hal ini harus dilanjutkan. Ia memperingatkan para politisi agar tidak membesar-besarkan slogan ‚Benturan Peradaban’. Gunter Gloser mengecam terjadinya kekerasan sambil mengingatkan, rangkaian kekerasan bukan indikasi bahwa dialog antara Barat dan Islam gagal. Masih terjadinya aksi kekerasan justru menggarisbawahi pentingnya melanjutkan dialog.

Sehubungan dengan maraknya aksi protes, Ketua Fraksi Partai Liberal FDP, Wolfgang Gerhardt menerangkan, umat muslim juga harus menyadari, bahwa sikap merekalah yang terutama akan menentukan penilaian dunia tentang Islam.

Wolfgang Gerhardt: „Kepada umat muslim kami katakan, Anda pun punya tanggung jawab atas citra Islam di dunia. Kami ingin dialog luas secara damai dan terbuka. Tapi aksi-aksi kekerasan tidak bisa diterima. Umat muslim juga harus mencoba menghentikan ini.“

Terutama para politisi dari fraksi Unikristen menekankan pentingnya toleransi dan rasa hormat terhadap suatu agama. Tapi mereka juga menegaskan, rasa hormat kepada umat dari agama lain bukan jalan satu arah. Juga umat muslim harus menghormati agama lain di sekitarnya. Joachim Hörster dari Partai Uni Kristen Demokrat CDU menerangkan, jangan menyamaratakan situasi di berbagai negara. Aksi protes di Yaman misalnya berlangsung damai, sedangkan aksi protes di tempat lain direkayasa oleh rejim penguasa. Anggota parlemen Jerman terutama mengeritik situasi di Iran dan Suriah.

Para politisi Jerman memuji kerjasama yang dilakukan harian Turki Hurriyet dan harian Jerman Bild yang menerbitkan seruan bersama pada umat muslim dan kristen agar saling menghormati.