Jerman Sambut Perkembangan Aceh | dunia | DW | 22.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Sambut Perkembangan Aceh

Delegasi Jerman terkesan dengan hasil-hasil rekonstruksi yang sudah dicapai.

Pilkada Aceh berlangsung lancar dan aman

Pilkada Aceh berlangsung lancar dan aman

Ketika berkunjung ke Aceh akhir minggu lalu, Menteri Bantuan Pembangunan Jerman Heidemarie Wieczoerek Zeul menjanjikan bantuan lanjutan rekonstruksi kawasan bencana. Bantuan ini akan disalurkan untuk rehabilitasi sarana pendidikan. Waktu ditemui wartawan DW di Berlin sekembalinya dari Aceh, Menteri Wieczorek Zeul menegaskan, Jerman akan terus bekerjasama di bidang rekonstruksi demi kelanjutan proses perdamaian.

„Yang paling beruntung dalam proses ini adalah masyarakatnya. Ini yang paling penting. Kami tentu saja akan melanjutkan kerjasama rekonstruksi. Kami juga akan melihat, bidang apa lagi yang dapat kami bantu.“

Berharap Investasi internasional

Jerman adalah salah satu pendonor terbesar untuk kawasan Aceh. Dana yang disalurkan dalam berbagai proyek mencapai nilai hampir 170 juta Euro, ini hanya dana yang berasal dari pemerintah Jerman.

Proyek-proyek bantuan internasional untuk Aceh dijadwalkan berlangsung sampai tahun 2009. Lalu apa yang akan dilakukan Aceh setelah itu? Pemenang Pilkada Aceh, Irwandi Yusuf berharap, perekenomian swasta saat itu sudah bisa bangkit lagi. Kepada para wartawan asing Irwandi Yusuf menerangkan:

„Saya sangat berharap pada investasi internasional. Tahun 2008 sebagian besar anggaran akan berasal dari anggaran belanja daerah Aceh. Anggaran ini disusun masih oleh pemerintah daerah yang sekarang.“

Perhatikan hak-hak perempuan

Mengenai munculnya usulan memperketat hukum Syariah termasuk hukuman potong tangan, Irwandi Yusuf dengan tegas menolak hal itu. Menteri Bantuan Pembangunan Jerman Heidemarie Wieczorek Zeul menyatakan dukungannya kepada pemerintah daerah yang akan dibentuk hasil Pilkada Aceh. Ia mengingatkan agar semua kelompok masyarakat dilibatkan dalam pembangunan Aceh. Heidemarie Wieczorek Zeul juga mengingatkan agar masalah dan hak-hak perempuan diperhatikan.

„Hak-hak perempuan harus dihormati. Dari hasil pembicaraan saya di sana, saya yakin ini akan dilakukan. Tentu saja kami tetap akan memantau situasi dan berbicara dengan berbagai kelompok masyarakat. Keterlibatan masyarakat sipil sangat penting dalam proses perdamaian.“

Melepaskan tuntutan kemerdekaan

Mengenai kelanjutan proses perdamaian, calon gubernur Aceh hasil Pilkada, Irwandi Yusuf menerangkan, pihaknya akan menghormati kesepakatan Helsinki. Kepada para wartawan asing ia menerangkan:

„Kami bergerak dalam koridor MoU. Kami melepaskan tuntutan kemerdekaan Aceh dan menerima konstitusi Indonesia. Dengan kata lain, kami menukar kemerdekaan teritorial dengan kemerdekaan individual.“

Iklan