Jerman Perpanjang Peringatan Perjalanan bagi 160 Negara | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 11.06.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Jerman Perpanjang Peringatan Perjalanan bagi 160 Negara

Peringatan perjalanan bagi negara-negara non-Uni Eropa diperpanjang hingga 31 Agustus. Namun, mulai 15 Juni Jerman akan cabut kontrol perbatasan darat bagi warga negara anggota Uni Eropa.

Pemerintah Jerman perpanjang peringatan perjalanan untuk 160 negara hingga akhir Agustus mendatang. Hal ini berdasarkan keputusan yang dicapai kabinet pemerintah Jerman pada Rabu (10/06).

Keputusan ini tidak berlaku bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Pemerintah melarang “perjalanan wisata tak penting” mengingat risiko penularan virus corona.

Kementerian Luar Negeri Jerman memungkinkan memberikan pengecualian jika negara-negara tersebut terbukti mampu mengatasi pandemi corona di negaranya masing-masing.

Peringatan akan dicabut dengan mempertimbangkan perkembangan kasus positif harian COVID-19, kapasitas pengujian, dan protokol kesehatan maupun kapasitas sistem kesehatan yang ada di negara tersebut.

Kebijakan repatriasi dan langkah-langkah penyelamatan bagi wisatawan tidak luput dipertimbangkan.

Negara-negara non-Uni Eropa yang masuk daftar peringatan perjalanan tersebut antara lain merupakan negara-negara yang jadi destinasi wisata favorit warga Jerman, salah satunya Turki.

Uni Eropa desak cabut larangan perjalanan pada bulan Juli

Sementara Jerman memutuskan untuk memperpanjang larangan perjalanan, Uni Eropa serentak mendesak negara-negara anggotanya untuk membuka kembali perbatasannya bagi wisatawan dari negara-negara non-Uni Eropa mulai 1 Juli.

Pejabat tinggi kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borell mengatakan meskipun masing-masing negara dapat memutuskan aturan perbatasannya sendiri, Uni Eropa berencana merekomendasikan “pencabutan bertahap dan parsial” terkait peringatan perjalanan.

Sebelumnya pada pertengahan Maret, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengumukan peringatan perjalanan bagi sekitar 200 negara. Inilah untuk pertama kalinya sebuah peringatan perjalanan dikeluarkan Kementerian Luar Negeri untuk seluruh dunia. Warga negara dari negara anggota Uni Eropa hanya diizinkan masuk ke Jerman jika memenuhi syarat tertentu.

Namun, pekan lalu pemerintah setuju mencabut peringatan perjalanan bagi 31 negara anggota Uni Eropa.

Jerman longgarkan kontrol perbatasan

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer, pada hari yang sama Rabu (10/06), juga mengumumkan bahwa Jerman akan melonggarkan kontrol perbatasan mulai 15 Juni. Ini menjadi tanda bahwa warga Uni Eropa dapat diizinkan melakukan perjalanan ke Jerman tanpa diberhentikan.

Seehofer menyampaikan kontrol perbatasan darat Jerman dengan negara tetangga seperti Swiss, Prancis, Austria, dan Denmark akan dicabut pada hari Senin (15/06) mendatang, sambil menambahkan kontrol dapat kembali diberlakukan jika situasi COVID-19 memburuk.

Sementara penerbangan dari Spanyol – negara dengan kasus postifif COVID-19 tertinggi kedua di Eropa - akan dibuka pada 21 Juni.

Kebijkan karantina juga akan dicabut, meskipun 16 negara bagian Jerman dapat menentukan sendiri kebijakan karantinanya masing-masing. Para pemimpin negara bagian dan pemerintah federal Jerman sepakat bahwa pelancong harus melakukan karantina selama 14 hari jika ada 50 kasus positif COVID-19 per 100.000 penduduk dalam sepekan.

Saat ini, beberapa negara bagian Jerman menerapkan aturan tersebut kepada pelancong dari Swedia karena melonjaknya jumlah kasus di sana.

rap/pkp (dpa, Reuters, AFP)