Jerman Perketat Hukum Prostitusi | Sosial | DW | 25.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Jerman Perketat Hukum Prostitusi

Semenjak disahkannya undang-undang tentang prostitusi tahun 2002 yang lalu, prostitusi merupakan pekerjaan legal di Jerman.

default

Para pekerja seks pun bisa mendapatkan jaminan sosial, perlindungan kesehatan, dan uang pensiun. Namun, mereka juga sekaligus diarahkan untuk mau berhenti menjadi pekerja seks. Namun, menurut Menteri Urusan Keluarga Ursula von der Leyen, kini setelah lima tahun, masih terlalu banyak praktek prostitusi yang ilegal dan masih sulit bagi para perempuan tersebut untuk berhenti dari pekerjaan mereka di industri seks.

Von der Leyen menambahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya satu persen dari para pekerja seks di Jerman, yang diperkirakan berjumlah sekitar 400 ribu orang, yang memiliki kontrak kerja resmi. Tidak semua pihak sepakat bahwa sebuah kontrak kerja dapat membantu kondisi para pekerja seks. Sebagaimana juru bicara urusan politik perempuan Johannes Singhammer.

"Yang penting adalah bagaimana cara membantu para perempuan ini supaya mereka keluar dari lingkaran pekerjaan ini jika mereka menginginkannya. Adanya peraturan dengan kontrak kerja, justru akan menghambat proses berhentinya mereka.“

Masih tidak jelasnya penerapan hukum tentang prostitusi dan tidak tampaknya kemajuan yang nyata, mendorong von der Leyen untuk menetapkan peraturan-peraturan yang baru. Diantaranya, menaikkan batas minimal usia legal pekerja seks dari 16 tahun menjadi 18 tahun. Dan para pengguna jasa seks dapat terkena hukuman pidana jika mereka mengabaikan kondisi para pekerja seks. Kembali von der Leyen menjelaskan:

"Jika seorang pelanggan menggunakan jasa seorang pekerja seks yang tidak bisa bahasa Jerman dan misalnya tubuhnya penuh oleh luka lebam, maka sang pelanggan dapat dituntut secara hukum jika ia tidak curiga dan menduga bahwa ia berhubungan dengan korban prostitusi paksa.“

Lebih dari setengah pekerja seks di Jerman bekerja secara ilegal. Banyak dari mereka berasal dari Eropa Timur. Dan karena mereka tidak memiliki dokumen-dokumen legal, sulit bagi mereka untuk meninggalkan pekerjaan tersebut. Namun, von der Leyen tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang langkah apa yang akan ia ambil bagi kepentingan para korban prostitusi paksa.

Usulan von der Leyen akan peraturan baru bagi hukum tentang prostitusi harus disetujui terlebih dahulu oleh kabinet dan kemudian parlemen Jerman sebelum diberlakukan sebagai hukum yang baru.