Jerman Masih Jadi Tujuan Utama Pencari Suaka di Eropa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 18.10.2021

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Pencari suaka

Jerman Masih Jadi Tujuan Utama Pencari Suaka di Eropa

Jumlah permohonan suaka di Jerman meningkat tahun ini. Seiring dengan rute tradisional melalui Yunani, Italia, dan Spanyol, kini Belarus menjadi rute migrasi utama sebagai akibat dari perselihan dengan Uni Eropa.

Pencari suaka

Mayoritas dari para pencari suaka berasal dari Suriah, Afganistan dan Irak

Jerman tetap menjadi tujuan utama bagi orang-orang yang mencari perlindungan di Eropa. Jumlah permohonan suaka yang diajukan ke Jerman sudah melebihi angka 100.000 pada tahun 2021.

Kantor Federal Jerman untuk Migrasi dan Pengungsi (BAMF) mengatakan bahwa pada akhir September telah menerima 100.278 aplikasi awal dari pencari suaka. Angka ini berarti 35,2% lebih banyak daripada periode yang sama tahun lalu.

Sebagian besar pencari suaka yang pertama kali mengajukan perlindungan berasal dari Suriah, Afganistan, dan Irak. Sebanyak 40.472 aplikasi awal diajukan dari orang-orang Suriah (naik 57,1%), dan sebanyak 8.531 dari Irak (naik 22,2%).

Jumlah pelamar dari Afganistan mengalami peningkatan tajam, dengan total 15.045 aplikasi awal (naik 138%) pada akhir September.

Kekhawatiran meningkat atas rute Belarus

Belarus menjadi jalur migrasi utama dalam beberapa bulan terakhir sebagai akibat dari perselisihannya dengan Uni Eropa (UE).

Negara-negara UE menuduh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dengan sengaja mendorong para migran dari daerah krisis, yang kemudian dibawa ke perbatasan dengan Polandia, Latvia atau Lithuania dan secara ilegal didorong ke wilayah UE.

Langkah Lukashenko ini diduga untuk membalas sanksi yang dijatuhkan UE karena tindakan keras rezim Belarus terhadap gerakan pro-demokrasi negara itu.

Surat kabar Jerman Welt am Sonntag mengutip sumber-sumber dalam badan intelijen UE, Europol, yang mengatakan bahwa Belarus sekarang membantu warga negara Suriah untuk terbang langsung ke Minsk dari Damaskus.

Sebelumnya, negara itu membantu para migran Suriah yang melarikan diri dari konflik internal negaranya ke Turki. Belarus sekarang juga mengeluarkan visa turis 90 hari untuk warga negara Pakistan, Mesir, dan Yordania, kata surat kabar itu.

Lebih dari 4.900 orang telah ditangkap di perbatasan Jerman-Polandia yang telah memasuki Uni Eropa secara ilegal melalui Belarus, kata polisi federal Jerman pekan ini. 

Koalisi baru Jerman mungkin mereformasi kebijakan suaka

Munculnya rute migran Belarus terjadi saat Jerman masih dalam situasi pembentukan koalisi pemerintahan setelah pemilihan bulan lalu.

Partai Sosial Demokrat (SPD), yang memenangkan bagian suara terbesar, berusaha membentuk koalisi dengan Partai Hijau yang berfokus pada iklim dan Partai Demokrat Bebas yang berfokus pada pasar bebas.

Jika aliansi tersebut disetujui, pemerintah baru dapat mereformasi kebijakan pengungsi, sehingga memudahkan pencari suaka yang gagal untuk tetap mendapatkan hak kewarganegaraan Jerman melalui beberapa tahun kerja.

Lawan politik utama tiga partai, yakni partai blok konservatif Kanselir Angela Merkel, telah mengecam rencana tersebut, dengan mengatakan itu sama saja dengan menyerahkan kendali atas migrasi.

Partai-partai lain, seperti Alternatif sayap kanan untuk Jerman (AfD), telah menuntut pendekatan garis keras terhadap imigrasi.

Pada bulan Agustus, Ketua Badan Tenaga Kerja Federal, Detlef Scheele, mengatakan Jerman membutuhkan 400.000 imigran per tahun untuk membantu pertumbuhan ekonomi dan menggantikan pekerja yang pensiun.

Selama krisis migran Eropa dari 2015 hingga 2017, Jerman memproses lebih dari 1,4 juta klaim suaka, menurut data dari badan statistik UE, Eurostat. (pkp/ha)

 

Tambahan materi dari kantor berita KNA.

Laporan Pilihan