1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

110711 Kenia Solarenergie

12 Juli 2011

Dalam kunjungannya ke benua Afrika (12-14/07), Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengamati perluang bisnis Jerman di Kenya

https://p.dw.com/p/11tc9
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Mwai Kibaki di Kenya
Foto: dapd

Dari depan gedung PBB di Nairobi, Kenya kelihatannya biasa saja. Sekedar kompleks perkantoran yang modern. Tapi dari atas, markas program lingkungan hidup PBB itu terlihat istimewa di samping atap-atap gedung yang lain. Atap gedung PBB dilengkapi instalasi panel-panel surya. Arsitek John Muyo, "Gedung ini menggunakan energi surya, yang pertama menggunakan tehnik ekologis khusus ini di Afrika.“

***Für mögliche Ergänzungen der Karte, wie z.B. andere Sprachen, zusätzliche Orte oder Markierungskreuz, wenden Sie sich bitte an infografik@dw-world.de (-2566), Außerhalb der Bürozeiten an bilder@dw-world.de (-2555).*** DW-Grafik: Per Sander 2011_03_10_Laender_Prio_A_B
Karte Kenia Englisch

Tehnik yang digunakan berasal dari Jerman. Inilah alasan mengapa Kanselir Jerman Angela Merkel meninjaunya saat berkunjung ke Kenya. Merkel mengumpulkan informasi mengenai penggunaan energi terbarukan di Afrika Timur. Perusahaan-perusahaan Jerman saat ini tengah melirik pasar Afrika, khususnya di bidang teknologi energi surya.

Langkah ini mendapat dukungan besar karena semua pihak mendapat keuntungan darinya. Begitu ungkap konsultan Lembaga Kerjasama Internasional Jerman, Michael Franz, "Mitra kami di Kenya mendapat keuntungan darinya. Mereka mengenali keahlian Jerman, dan perusahaan Jerman juga bisa meraup laba. Selain itu, ini juga berarti membuka lapangan kerja di Jerman. Sementara bagi kawasan Afrika, proyek seperti ini memudahkan akses terhadap energi. Bagusnya juga karena ini adalah energi terbarukan, jadi ada aspek pelindungan lingkungan yang kuat.“

Kenyataan ini pas sekali dalam konsep pemerintah Jerman, yang menekankan kerjasama ekonomi yang setara dengan Afrika. Meski korupsi merajalela, ekonomi Kenya sudah berkembang cukup jauh sehingga upaya seperti ini memang bisa berfungsi. Sebagai pasar bagi perusahaan Jerman, Kenya memiliki prospek bagus untuk dikembangkan. Industri turisme, khususnya hotel-hotel di pesisir Kenya bisa menggunakan teknologi Jerman ini untuk menyakinkan wisatawan mengenai upayanya melindungi alam. Juga organisasi pelayanan anak-anak yatim-piatu, SOS-Kinderdorf baru saja memasang instalasi panel surya buatan Jerman.

Solarenergie in Kenia Erneuerbare Energien 1
Foto: DW / Kateri Jochum

Achim Steiner, Direktor Program Lingkungan Hidup PBB di Nairobi, juga melihat bidang kerjasama yang lain. Jelasnya, "Kenya akan mengalami revolusi energi dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Ada energi geo thermal, dengan pembangkit listrik tenaga angin yang terbesar di seluruh Afrika. Ini hanya secuplik contoh, bagaimana transisi menuju energi bersih yang terbarukan tak hanya berlaku untuk negara industri, tapi juga bagi negara berkembang.“

Bagi perusahaan-perusahaan Jerman yang bergerak di bidang energi, ini merupakan kabar bagus. Hingga kini, impor Kenya dari Jerman baru sekitar 280 juta Euro. Masih jauh dari titik jenuh.

Antje Diekhans / Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk