Jerman Dukung Jepang | Fokus | DW | 10.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Jerman Dukung Jepang

Pertemuan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin berlangsung begitu lancar. Kedua pemimpin cepat sekali mencapai kesepahaman atas berbagai agenda pembicaraan.

default

Mengenai embargo senjata terhadap Cina, PM Shinzo Abe memperoleh jaminan dukungan penuh dari kanselir Merkel.

"Dari pihak Jerman, saya tegaskan bahwa kami tak berencana mengubah posisi kami. Kami tidak berniat mencabut embargo persenjataan terhadap Cina".

Jepang bersama Amerika Serikat memandang embargo senjata terhadap Cina sangat penting untuk menjaga keseimbangan militer di Selat Taiwan. Karena Cina secara terang-terangan mengancam untuk menggunakan kekuatan militer jika Taiwan menyatakan sebagai negara merdeka yang terpisah dari Cina.

Program Nuklir Korea Utara

Perkara lain yang dengan mudah disepakati Merkel dan Abe adalah krisis nuklir Korea Utara. Kedua pemimpin sama-sama menegaskan dukungan bagi upaya dunia untuk memaksa Korea Utara menghentikan proyek persenjataan nuklirnya. Kembali Angela Merkel:

"Kami berdua sama berkepentingan atas suksesnya pembicaraan enam pihak mengenai program nuklir Korea Utara. Kami tidak ingin Korea Utara memiliki senjata nuklir. Atau lebih tepatnya, tambahan senjata nukllir. Kami mengerti bahwa bagi Jepang, masalah ini begitu penting, dan berdampak langsung terhadap keamanan negeri itu. Jerman bertekad untuk melakukan apapun yang kami mampu untuk membantu memecahkan konflik itu."

Hindari Perlombaan Senjata Nuklir

Perdana Menteri Jepang Shizo Abe menambahkan, jika seluruh upaya itu gagal, dunia akan menghadapi akibat yang tak terkira.

"Jepang tak bisa menenggang suatu Korea Utara yang bersenjatakan nuklir. Setiap saluran diplomatik harus digali agar mendapatkan solusi cepat untuk memecahkan masalah ini. Jika Korea Utara memeiliki persenjataan nuklir, maka tinggal selangkah saja terjadi suatu perlombaan senjata nuklir yang tak terkendali. Karenanya, masyarakat internasional harus makin giat bekerja sama untuk mencapai terobosan dalam perundingan perkara ini."

Jepang bereaksi paling keras terhadap uji coba bom nuklir Korea Utara. Selain mendukung resolusi PBB, Jepang memberlakukan sanksi ekonomi sendiri.

Peran di Dunia Internasional

Hal lain yang dibahas dan disepakati kedua pemimpin adalah kerja sama dalam teknologi lingkungan, serta peningkatan hubungan ekonomi Jepang dengan Uni Eropa. Kebetulan Merkel tengah menjabat sebagai sebagai Ketua Uni Eropa.

Masih ada satu lagi agenda khusus kunjungan PM Shinzo Abe, yakni meminta dukungan bagi niat Jepang untuk memainkan peran lebih besar dalam politik internasional. Jepang baru saja membentuk lagi Kementerian Pertahanan, kementerian yang dihapuskan sejak kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Ini juga cocok dengan perkembangan terbaru di Jerman, yang aktif meningkatkan peran tentaranya dalam misi PBB di berbagai konflik internasional.