Jerman Catat Rekor Baru Ekspor | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 08.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jerman Catat Rekor Baru Ekspor

Jerman sekali lagi merebut titel juara dunia ekspor. Tapi pasaran dunia dibanjiri produk murah asal Cina.

Sektor otomotif penopang keberhasilan ekspor Jerman

Sektor otomotif penopang keberhasilan ekspor Jerman

Ekspor adalah tulang punggung perekonomian Jerman. Tahun 2006 volume ekspor meningkat hampir 14 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai rekor baru dengan nilai seluruhnya lebih dari 890 miliar Euro. Dengan nilai itu, Jerman menduduki peringkat pertama ekspor dunia, di peringkat kedua Amerika Serikat, peringkat ketiga Cina sebagai adidaya ekonomi baru.

Banyak pengamat ekonomi mengingatkan, di tahun tahun mendatang Jerman akan mendapat saingan keras dari Cina di pasar ekspor. Tapi, sebagian besar pelaku ekonomi di Jerman tetap optimistis dengan citra produk Jerman dan kekuatan ekonomi mereka di pasaran dunia.

Dinamika pertumbuhan ekspor mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jerman sampai 2,5 persen pada tahun 2006. Inilah tingkat pertumbuhan tertinggi Jerman sejak tahun 2000. Kalangan ekonomi Jerman memperkirakan, trend pertumbuhan ekonomi bisa bertahan tahun ini, walaupun tidak sekuat tahun 2006.

Bangkitnya Cina menjadi kekuatan ekspor ketiga dunia mendapat banyak sorotan di negara-negara industri. Menurut perkiraan Kantor Perdagangan Luar Negeri Jerman, tahun 2008, Cina sudah bisa muncul sebagai kekuatan ekspor terbesar di pasaran dunia. Artinya, Cina akan menyusul Amerika Serikat dan Jerman. Ahli ekonomi dari Kantor Pedagangan Luar Negeri, Bernd Shaaf menerangkan:

„Tentu saja ekspor Jerman akan tetap meningkat. Tapi ekspor Cina itu begitu dinamis, jadi kemungkinan besar tahun 2008, Cina yang akan menjadi juara dunia ekspor.“

Lalu apakah ini jadi alasan bagi pelaku ekspor Jerman untuk khawatir atau berkecil hati? Kepala kantor Kamar Dagang Jerman di Shanghai Eva Schwinghammer menolak pandangan pesimistis tentang itu. Memang benar, nilai nominal ekspor Cina naik tajam dari tahun ke tahun. Tapi ini bukan hal yang mengejutkan. Cina mengekspor barang secara massal ke seluruh dunia dengan volume perdagangan yang sangat besar. Ini bukan hal aneh, karena makin banyak perusahaan asing membangun pabrik di Cina, termasuk perusahaan Jerman. Produk perusahaan Jerman yang dibuat di Cina lalu di ekspor ke seluruh dunia, otomatis meningkatkan volume ekspor Cina. Eva Schwinghammer dari Kamar Dagang Jerman di Shanghai selanjutnya menerangkan:

„Selama seluruh dunia datang ke Cina dan memproduksi barangnya disini, tentu saja angka ekspor Cina akan terus melonjak. Padahal tadinya, banyak perusahaan asing datang ke Cina dengan maksud, menjual barangnya di Cina. Tapi lama-kelamaan mereka sadar, produksi mereka terlalu mahal untuk orang Cina. Akhirnya barang yang diproduksi di Cina diekspor lagi keluar negeri. Tentu saja dalam hitungan angka, ini meningkatkan surplus ekspor.“

Direktur Kantor Perdagangan Luar Negeri Jerman, Gerd Herx menerangkan, Cina di beberapa sektor seperti tekstil dan elektronik memang cukup kuat. Tapi Gerd Herx menambahkan:

„Di sektor industri lain, misalnya konstruksi mesin, kimia dan industri mobeil, Cina masih tertinggal jauh. Produk mereka masih belum mampu bersaing di pasar internasional.“

Statistik perdagangan luar negeri hanya mencakup pergerakan barang, tetapi tidak mencakup pergerakan jasa. Kalau dilihat keuntungan ekonomi dalam sektor jasa, misalnya sektor perbankan atau asuransi, Cina masih tertinggal jauh dibanding Jerman atau Amerika Serikat.

Iklan