1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KesehatanJerman

Tuntutan Normalitas dan Kekhawatiran Gelombang Varian Delta

10 Juli 2021

Jerman longgarkan pembatasan corona karena laju infeksi tetap rendah. Tapi banyak yang khawatir dengan penyebaran varian Delta. Sementara warga yang sudah mendapat vaksinasi penuh menuntut hak istimewa.

https://p.dw.com/p/3wHLA
Foto ilustrasi pandemi corona
Foto ilustrasi pandemi coronaFoto: Sebastian Gollnow/dpa/picture alliance

Situasi kontradiktif di Jerman. Angka infeksi telah turun tajam, sehingga banyak negara bagian mencabut pembatasan corona yang masih ada. Di banyak tempat, diskotik dan klub dansa boleh beroperasi lagi, dan acara olahraga serta festival musik besar boleh digelar lagi mulai hari Jumat (9/7). Bahkan persyaratan untuk memakai masker di ruang publik juga mulai dicabut.

Tapi di pihak lain, banyak juga warga dan para ahli pandemi yang khawatir dengan penyebaran varian Delta yang sangat menular, yang sekarang sudah menjadi varian dominan di Jerman. Di Inggris, angka infeksi harian juga kembali meningkat, tapi pemerintah Inggris bermaksud untuk mengakhiri pembatasan pandemi mulai 19 Juli. Kebijakan itu menuai banyak kritik, tapi juga banyak yang mendukungnya sebagai eksperimen besar normalitas baru.

Di Jerman sudah banyak warga yang menerima vaksinasi penuh dan mereka menganggap pelonggaran pembatasan bagi mereka adalah hal yang wajar. Para pemimpin politik juga menyerukan kebebasan yang lebih besar bagi warga 14 hari setelah menerima dosis vaksin terakhir mereka. Reaksi politik ini berkaitan juga dengan jadwal pemilu di Jerman yang akan dilaksanakan September mendatang. Banyak politisi mencoba merebut simpati pemilih dengan janji normalitas baru.

Laju infeksi harian Covid-19 di beberapa negara sampai 30 juni 2021
Laju infeksi harian Covid-19 di beberapa negara sampai 30 juni 2021

Pentingnya vaksinasi untuk antisipasi varian Delta

Peneliti vaksin Leif Erik Sander mengatakan, "tidak bijaksana" menjanjikan pelonggaran pembatasan bagi orang-orang yang divaksinasi sekarang. Karena dia memperkirakan akan ada peningkatan jumlah infeksi, di mana orang-orang yang divaksinasi juga ikut terinfeksi. Terutama setelah data-data penelitian dari Israel menunjukkan tren itu.

"Yang membuat saya khawatir tentang penelitian (dari Israel) itu adalah fakta bahwa 7% dari mereka yang sudah divaksinasi yang kemudian terinfeksi varian Delta menjadi sakit parah," kata Karl Lauterbach, pakar kesehatan anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat SPD. Dia mendesak untuk mengintensifkan kampanye vaksinasi Jerman. Dia menerangkan, setidaknya 85% dari warga berusia 12 hingga 59 tahun dan 90% warga di atas 60 tahun harus mendapat vaksinasi penuh untuk mencapai kekebalan kelompok melawan varian Delta. Sampai 8 Juli, sekitar 40% populasi Jerman yang sudah mendapat vaksinasi penuh di Jerman. Di warga berusia 60 tahun ke atas, sudah 67% yang mendapat vaksinasi penuh.

Tapi selama dua minggu terakhir, kecepatan vaksinasi per hari melambat secara secara signifikan. Minggu terkahir ini, hanya sekitar 700.000 dosis vaksin yang diberikan, turun angka tiga minggu lalu yang mencapai lebih dari 1 juta dosis vaksin. Dosis vaksin sekarang juga tersedia lebih dari cukup, dan prosedur pendaftaran vaksinasi sudah dipermudah. Memang banyak juga warga Jerman yang menolak vaksin berdasarkan berbagai macam alasan. Beberapa  politisi Jerman sekarang mengusulkan semacam insentif untuk meningkatkan laju vaksinasi. , Tobias Hans, Perdana Menteri Negara Bagian Saarland di perbatasan ke Prancis misalnya, mengusulkan lotere bagi mereka yang bersedia divaksinasi dengan hadiah "sepeda atau hadiah bagus" lainnya.

Apa yang harus dilakukan dengan anak-anak?

Sebuah studi oleh Yayasan Hans Böckler yang berafiliasi dengan serikat pekerja menunjukkan bahwa sejumlah besar orang berpenghasilan rendah masih belum divaksinasi. Di antara kelompok 20 persen upah dan gaji paling rendah, hanya 49% responden pada Juni 2021 mengatakan mereka telah menerima setidaknya satu dosis vaksin - dibandingkan dengan 71% untuk kelompok 20 persen gaji tertinggi.

Bukan hanya status sosial dan ekonomi yang berperan, tetapi juga usia. Anak-anak di bawah 12 tahun masih belum memiliki vaksin yang direkomendasikan otoritas kesehatan. Untuk usia 12 tahun ke atas, Komisi Vaksinasi Jerman baru merekomendasikan vaksin untuk kelompok berisiko tinggi, misalnya yang sebelumnya sudah punya masalah kesehatan.

Menteri Kesehatan Jens Spahn mendorong untuk memvaksinasi sebanyak mungkin anak sekolah. "Kami sekarang memiliki cukup vaksin pada Juli dan Agustus untuk memvaksinasi anak-anak dan remaja," kata politisi dari partai CDU itu. Dia menjanjikan: "Kami akan memungkinkan siapa pun yang ingin divaksinasi untuk mendapatkan vaksinasi pertama paling lambat akhir Agustus, dan kemudian menerima vaksinasi kedua segera sesudahnya.".

Para siswa sekolah akan mulai kembali setelah liburan musim panas berakhir pada 2 Agustus. Banyak orang tua dan siswa yang khawatir, menyebarnya varian Delta bisa menggagalkan rencana pembukaan sekolah mulai semester depan. Perkuliahan di universitas juga rencananya akan dibuka lagi setelah liburan musim panas.

(hp/yp)