Jepang Temukan Jasad dalam ′Kapal Hantu′ yang Diduga Berasal dari Korea Utara | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 30.12.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jepang

Jepang Temukan Jasad dalam 'Kapal Hantu' yang Diduga Berasal dari Korea Utara

Otoritas Jepang menemukan kapal terdampar yang berisikan sejumlah jasad, dua diantaranya tidak berkepala. Ini merupakan peristiwa kali pertama yang terjadi tahun ini, di Pulau Sado, yang berbatasan dengan Korea Utara.

Minggu (29/12), petugas penjaga perairan Jepang mengatakan sebuah kapal yang diyakini berasal dari Korea Utara ditemukan terdampar di Pulau Sado, Jepang, dan berisikan sejumlah jasad manusia yang membusuk.

Pihak berwenang mengatakan ada tujuh mayat yang ditemukan di kapal tersebut. Namun, angka itu bisa berubah karena penjaga perairan menemukan tiga mayat dalam kondisi utuh, dua mayat ditemukan tanpa kepala, dan dua kepala tanpa tubuh. Tidak diketahui secara jelas apakah kepala-kepala tersebut itu merupakan bagian dari mayat tanpa kepala.

Baca jugaKapal Selam Prancis Yang Hilang di Tahun 1968 Ditemukan di Laut Tengah

"Lima mayat diidentifikasi sebagai laki-laki tetapi dua sisanya tidak dapat diidentifikasi," jelas seorang petugas dilansir kantor berita AFP. "Ada beberapa kasus serupa, tetapi ini adalah pertama kalinya penemuan jasad di dalam sebuah kapal yang terdampar di pulau ini pada tahun ini."

Terdapat huruf dan angka dalam bahasa Korea di sisi kapal, tetapi tidak ada petunjuk lainnya soal darimana kapal ini berasal.

Baca jugaBangga dengan Pinisi yang Membawa Indonesia Mendunia

Japan Nordkoreanisches Bootswrack (picture-alliance/AP Photo/Sado Coast Guard Station)

Kapal yang diyakini petugas berasal dari Korea Utara.

'Kapal Hantu'

Menurut para ahli, "kapal hantu" tersebut, sebagaimana disebut oleh media Jepang, kemungkinan merupakan kapal nelayan dari Korea Utara yang berlayar lebih jauh ke laut lepas berusaha untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih besar dan memenuhi target pemerintah yang semakin ketat.

Kapal-kapal tersebut umumnya merupakan kapal tua dan tidak memenuhi standar untuk berlayar jauh ke laut Jepang.

Menurut pemberitaan media lokal, tercatat lebih dari 150 kapal yang diduga berasal dari Korea Utara terdampar di sejumlah pantai di Jepang pada tahun ini.

Sebelumnya awal tahun 2019, puluhan nelayan asal Korea Utara dievakuasi oleh petugas perairan Jepang. Kapal mereka dihadang oleh kapal patroli perairan Jepang, sehingga menyebabkan kapal mereka tenggelam.

 

Baca juga16 Migran Timur Tengah Ditemukan di dalam Kontainer Tersegel Menuju Irlandia

rap/pkp (AP, AFP)

Laporan Pilihan