Jepang Menaikkan Suku Bunga 0,25% | dunia | DW | 14.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jepang Menaikkan Suku Bunga 0,25%

Jepang menempuh haluan baru dalam politik keuangannya: menyingkir dari masalah deflasi untuk menstabilisasi ekonominya. Suku bunga 0% dinaikkan secara mendadak menjadi 0,25%.

Bursa Efek di Tokyo

Bursa Efek di Tokyo

Dengan demikian Bank Sentral Jepang mengakhiri masa 6 tahun suku bunga 0%. Bank Sentral mengatakan perekonomian Jepang memang semakin membaik. Relasi antara pemasaran dalam negeri dengan luar negeri cukup seimbang. Demikian juga antara perusahaan dengan rumah-tangga warga Jepang. Jika seandainya suku bunga 0% dalam keadaan ini tetap dipertahankan, malah justru dapat menambah tekanan inflasi terhadap ekonomi Jepang. Peningkatan suku bunga ini bertujuan untuk menstabilisasikan nilai barang dan jasa serta menjamin pertumbuhan ekonomi untuk jangka panjang. Sekaligus, demikian Bank Sentral berharap, suku bunga dapat ditahan sedemikian rendah untuk bulan-bulan mendatang.

Para pengamat memperhitungkan kenaikan suku bunga berikutnya, secepatnya di kuartal keempat tahun ini. Disamping mengurangi inflasi terhadap ekonomi, tujuan lainnya dari peningkatan suku bunga ini adalah mengontrolnya untuk waktu jangka panjang. Namun ada kekhawatiran, hutang Jepang dengan sekitar 150% Produk Domestik Bruto justru akan dapat membuat hutang negara menanjak. Jepang sementara ini memakai hampir seperempat dari anggaran pendapatan negara untuk membayar bunga. Peningkatan suku bunga ini nampaknya tidak berampak langsung pada konyungtur Jepang, namun dapat diartikan sebagai sinyal, bahwa Jepang berhasil mengatasi kemandekan ekonominya. Sedangkan para pengamat justru menantikan perubahan kurs valuta asing. Seorang pengamat Martin Schulz dari Lembaga Penelitian Fujitsu mengatakan:

„Bahaya yang paling besar dari peningkatan suku bunga ini adalah dengan adanya perubahan valuta asing pada Yen, sejak dua tahun terakhir kurs Yen sangat rendah, maka nilai Yen akan sama dengan nilai Dolar Amerika. Ini bakal berdampak negatif pada ekspor Jepang yang cukup kuat itu, dan pada konsumsi dalam negeri, yang memang cukup kuat, tetapi tidak berkembang.“

Berakhirnya politik suku bunga 0%, bagi Jepang merupakan peristiwa bersejarah. Upaya peningkatan nilai uang selama lebih dari 7 tahun dan spekulasi saham serta properti yang dialami Jepang di tahun 80-an akhirnya dapat diatasi. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Jepang untuk tahun ini mencapai 2,1%. Jumlah pengangguran pun sudah turun menjadi 4%. Ini merupakan yang terendah sejak 8 tahun ke belakang.

Iklan