Jelang Puncak Karnaval di Jerman | Jelajah Jerman | DW | 27.02.2014
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Jelang Puncak Karnaval di Jerman

Deutschland Karneval Düsseldorf Weiberfastnacht

Keistimewaan bagi Perempuan

Keistimewaan hari perempuan “Weiberfastnacht’ adalah, bahwa pada hari tersebut mereka dapat melakukan sesuatu yang mereka inginkan dengan bebas. Mereka hendak menunjukkan persamaan derajat dengan pria, bahkan juga lebih dari itu. Sebagai simbol, pada hari "Weiberfastnacht" kaum perempuan memotong dasi kaum pria.

Senin Bunga Mawar

Pada hari Senin Bunga Mawar – Rosenmontag, diselenggarakan pawai karnaval di jalanan, dengan rute yang juga sudah menjadi tradisi. Pawai karnaval yang terorganisasi, mulai tercatat pertama kali di kota Köln pada tahun 1823.

Motto Karnaval

Setiap tahunnya pawai karnaval itu mempunyai motto tersendiri, yang dipilih oleh panitia karnaval. Motto tahun ini di kota Köln adalah “Jeschenke för Kölle uns Kulturkamelle”. Itu dialek kota Köln yang agak sulit untuk diterjemahkan, tetapi maksudnya ‘hadiah bagi kota Köln – berbagai seni budaya yang terbungkus cantik seperti permen’.

Diperkirakan sekitar sepuluh ribu orang akan ikut dalam pawai karnaval – Rosenmontagszug yang berlangung 4 jam. Dari kendaraan yang dihias mereka melemparkan permen, coklat atau juga bunga kepada penonton di pinggir jalan.

Bildgalerie Karneval 2005 - 08

Etiket Berpesta

Bagaimana sebenarnya cara berpesta Karnaval? Karena pertanyaan ini cukup sering dikemukakan, maka Helga Resch, salah seorang pencinta perayaan karnaval menulis buku tentang tata cara atau etiket berpesta karnaval: “Saya pikir, saya ini seorang warga Köln yang khas. Artinya saya senang kalau musim karnaval tiba. Saya ikut semua kegiatan, bahkan pernah hadir pula pada pengangkatan tokoh pangeran karnaval. Saya berpesta di kedai-kedai minum. Saya benar-benar penggemar karnaval.”

Orang tidak dianjurkan untuk ikut pesta karnaval sendirian atau hanya berdua, karena itu tidak menyenangkan. Yang paling baik adalah ikut pada satu kelompok di mana ada orang Köln asli. Kemudian bersama mereka ke kedai minum, bersuka ria dan bernyanyi bersama.

Motto utama untuk masa karnaval adalah – ikut minum, ikut bernyanyi sambil bergoyang-goyang dan menari sama-sama. Siapa yang malu-malu atau hanya melihat dari jauh saja, maka dia akan merusak sendiri kegembiraan yang bisa dinikmati. “Kalau musim karnaval tiba, kita harus menyamar. Kalau tidak, kita malah jadi aneh. Dibandingkan dengan kota München, di Köln ciri kostum atau baju karnaval adalah lucu, dan bukan seksi. Di Köln orang lebih suka menjadi badut, perempuan menyamar sebagai laki-laki, bajak laut atau anggota pasukan jaga. Tiap tahun saya memikirkan sesuatu yang baru. Saya pernah jadi wortel, patung Liberty dan tukang pancing. Tahun ini saya jadi perampok. Saya juga pernah dua tahun jadi Queen Mum.”

Kostum Karnaval

Kostum atau baju karnaval dan sepatu tidak boleh mahal, karena setelah Karnaval, biasanya semua sudah tidak dapat disimpan lagi. Pencinta karnaval pastilah harus menonton pawai Rosenmontag. Bukan hanya untuk mengumpulkan permen atau cokelat yang disebarkan dari berbagai kereta yang dihias, akan tetapi kita juga bisa menyaksikan karya seni, misalnya hiasan kendaraan karnaval dan juga kostum para perserta.

Lalu, kapan sebaiknya orang sudah datang ke jalan yang akan dilalui pawai? “Pengalaman menunjukkan bahwa satu jam sebelumnya sudah cukup. Terutama bagi anak-anak tentu menyenangkan kalau mereka bisa berdiri di depan sehingga mereka bisa mendapat banyak permen dan coklat. Memang ada juga orang yang ingin mengumpulkan permen sebanyak-banyaknya. Padahal sebenarnya yang penting bukan permen, melainkan pawai Rosenmontag itu sendiri adalah karya seni.”

Meskipun dalam perayaan karnaval orang biasa cium kiri dan kanan, tetapi kesopanan tetap harus dijaga. Artinya tidak memaksa orang yang tidak mau.