1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Gambar ilustrasi penyu
Gambar ilustrasi penyuFoto: Chaideer Mahyuddin/AFP/Getty Images

Menelusuri Jejak Spesies Penyu Terbesar di Dunia

Jason Boswell
17 September 2022

Sebuah areal perlindungan fauna di Afrika Selatan jadi satu-satunya lokasi bertelur Penyu Belimbing. Peneliti kini mencari tahu bagaimana pola migrasi bisa berdampak pada upaya konservasi.

https://www.dw.com/id/jejak-penyu-terbesar/a-63155074

Kata iSimangaliso dalam bahasa Zulu digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang luar biasa. Dan itu adalah nama yang tepat bagi sebuah taman lahan basah di Afrika Selatan. Keanekaragaman hayatinya membuat area itu termasuk dalam daftar Warisan Budaya UNESCO. 

Tapi perannya yang paling menentukan adalah: sebagai lokasi terakhir di Afrika untuk bertelurnya spesies penyu laut terbesar di dunia. Yaitu Penyu Belimbing. Spesies yang terancam itu sudah dijaga kelestariannya sejak beberapa dasawarsa lalu. Tapi populasinya tidak bertambah. Sebuah tim peneliti berusaha mencari tahu penyebabnya.

Dr. Ronel Nel, dari National Mandela University mengungkap, riset yang mereka lakukan menunjukkan, pantai-pantai tempat bersarang sudah dijaga dengan sangat baik, dan habitatnya juga sangat baik. Ia menjelaskan pula, jumlah penetasan juga tinggi. Itu semua menunjukkan, bukan pantai yang menjadi masalah, melainkan faktor lain.

Setiap tahun, di awal November, sekitar 70 penyu belimbing datang ke pantai untuk bertelur. Setelah matahari tenggelam, Ronel Nel dan timnya mencari semua penyu dan melakukan pengukuran serta mengambil sampel biologis. Reptil itu bobotnya bisa lebih dari 600 kg, beberapa bahkan memiliki panjang cangkang lebih dari dua meter. 

Cegah Terus Surutnya Populasi Penyu Belimbing dengan Teknologi

Para ahli biologi memasang pemancar, sehingga bisa mendeteksi lokasi penyu lewat satelit. Tujuannya agar mereka bisa mengetahui lebih banyak tentang kehidupan penyu.  

Dr. Ronel Nel, menjelaskan, "Ini membuat kami tahu, apakah penyu bergerak ke tempat di mana makanan bisa didapat dengan mudah, atau sedang menghadapi bahaya seperti penangkapan ikan, atau berada di lautan yang sangat tercemar." Jadi mereka tahu saat itu juga, di mana penyu berada, kondisinya, apa yang sedang dilakukan dan bahaya yang sedang mengancam. 

Para peneliti di sini sudah melengkapi Penyu Belimbing dengan alat pemancar sejak 20 tahun lalu. Tapi alat pemancar baru, memungkinkan peneliti memonitor pergerakan mereka di sepanjang pantai Afrika Selatan dengan lebih akurat. 

Data menunjukkan, penyu mampu melakukan perjalanan hingga 7.000 km. Mereka bisa berenang ke utara hingga ke kawasan Angola Tengah. Oleh sebab itu, melindungi reptil ini jadi tantangan besar. 

Sarika Singh adalah peneliti di bidang biologi pada Department of Environment, Forestry and Fisheries. Ia mengatakan, karena spesies ini bisa bermigrasi sangat jauh, sebagai pemerintah pihaknya bertanggungjawab untuk mengkoordinasi upaya menuju manajemen konservasi dan proteksi, yang bisa memungkinkan perlindungan konsisten spesies ini, yang melampaui batasan nasional. 

"Dalam konteks proyek ini, kami berusaha menjamin, bahwa pengetahuan terbaik digunakan, mengidentifikasi lokasi kritis untuk spesies ini, baik untuk bertelur, mengkonsumsi makanan atau migrasi," demikian Sarika Singh. Mereka juga membantu mitra regional untuk mengidentifikasi area-area itu. 

Selain memasang pemancar pada penyu berukuran besar, para peneliti juga mengumpulkan sampel darah untuk memahami genetika hewan ini dengan lebih baik. Lagkah itu bisa memberikan gambar lebih jelas tentang kesehatan umum populasi penyu.  

Peneliti berharap, kombinasi berbagai data bisa menunjukkan, di mana langkah proteksi bisa diperbaiki. 

Dr. Ronel Nel mengatakan, "Setiap kali saya melihat Penyu Belimbing, saya merasa kembali ke masa evolusi dulu. Maksud saya, spesies ini berusia 65 juta tahun, dan mereka sudah melakukan ritual ini sejak dulu." Dan realitanya sekarang, mereka adalah spesies yang terancam punah. Jadi harapan Dr. Ronel Nel bagi penyu ini, ia dan timnya bisa memperbaiki konservasi. Sehingga populasi Penyu Belimbing akan bertambah, dan akhirnya semua orang bisa mengenal spesies luar biasa ini.

Riset yang dilakukan timnya sudah membuahkan hasil. Tahun 2019, pemerintah membentuk beberapa area konservasi laut baru, dan memperluas Taman Lahan Basah dan Area Perlindungan iSimangaliso.

Berkat informasi baru, yang terkumpul dari alat pemancar baru, para ilmuwan bisa membuktikan bahwa Penyu Belimbing tidak hanya hidup di dekat garis pantai. Mereka juga melakukan perjalanan jauh di lautan. (ml/yp)