Jam Malam Tetap Diberlakukan di Kabul | Fokus | DW | 30.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Jam Malam Tetap Diberlakukan di Kabul

Reda sudah kerusuhan terdahsyat setelah jatuh rezim Taliban di Kabul. Ada apa di balik itu?

Kerusuhan pecah setelah kecelakaan lalu lintas hari Senin (29/05)

Kerusuhan pecah setelah kecelakaan lalu lintas hari Senin (29/05)

Tentara militer berpatroli di jalanan Kabul sehari setelah kerusuhan melanda ibu kota Afghanistan. Evaluasi kerusakan serta pembersihan sudah dimulai. Ibu kota Afhanistan, yang berpenduduk 4 juta orang itu, tampak sepi setelah jam malam yang diberlangsungkan. Hari Senin (29/5) kerusuhan dahsyat meledak, ketika sebuah mobil militer Amerika Serikat menabrak beberapa mobil warga sipil. Malam itu juga parlemen Afghanistan mengadakan perundingan khusus untuk membahas kondisi keamanan, berkaitan dengan protes di muka istana presiden yang merebak menjadi aksi pengrusakan, pencurian dan pembakaran mobil, gedung-gedung, termasuk perkantoran lembaga bantuan internasional.

Pasukan keamanan Afghanistan berusaha mengatasi demonstrasi yang berlangsung di Kabul. Sepanjang hari, suara tembakan terdengar di sebagian besar kota itu. Asap bagai kabut menyelimuti kota, ketika ratusan demonstran memenuhi jalanan meneriakkan slogan anti Amerika dan pemerintahan Afghanistan.

Demonstran : "Kalian membunuh manusia, menghancurkan hati kami. Ini pesan kami kepada Presiden Karsai: di sini mereka membunuh kami.“

Di beberapa lokasi terjadi pembakaran gedung-gedung dan pencurian. Sebagian besar jalanan di kota ditutup. Para diplomat dan pekerja lembaga bantuan internasional diminta untuk tidak keluar kantor maupun rumah. Menurut jurubicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Adrian Edwards, PBB menghentikan operasinya di Kabul untuk sementara .

Adrian Edwards: "Kami menerima laporan situasi di berbagai pelosok Kabul. Kadang-kadang terdengar juga suara tembakan. Bagi kami sulit dimengerti, bagaimana sebuah kecelakaan mobil bisa memicu kerusuhan seperti ini“.

Helikopter NATO memantau diatas kota Kabul, sementara pasukan keamanan internasional ISAF mengirimkan pasukan gerak cepat. Menurut juru bicara ISAF, Luke Knittig, ISAF bukan target kemarahan warga.

Kecelakaan antara konvoi militer Amerika Serikat dan mobil warga sipil itu menyebabkan kematian dan cederanya beberapa warga Afghanistan. Kerusuhan meledak setelah, warga melempari batu ke konvoi militer itu dan menurut saksi mata, polisi Kabul dan tentara AS menembak ke arah massa yang marah. Juru bicara Koalisi Anti Teror yang dibentuk oleh Amerika Serikat menyangkal tindakan ini. Disebutkannya, ada tembakan peringatan. Ketika Presiden Ahmad Karsai dan masyarakat international menyerukan agar masyarakat Afghanistan kembali tenang, pengusutan peristiwa ini sudah dimulai.

Sejumlah pemantau menilai, kerusuhan ini disebabkan oleh ketegangan yang dirasakan masyarakat Afghanistan, ketidak puasan terhadap pembangun kembali yang lambat dan tersendat-sendat dan situasi keamanan yang labil.