Jalan Panjang Mendapatkan SIM di Jerman: Ikut Sekolah Teori dan Praktik Dulu | BLOG: Eropa menurut warga Indonesia dan Indonesia di mata warga Eropa | DW | 13.04.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Blog

Jalan Panjang Mendapatkan SIM di Jerman: Ikut Sekolah Teori dan Praktik Dulu

Proses mendapat SIM di Jerman sangat panjang, dan tidak ada jalan pintas. Proses diawali dengan persiapan dokumen-dokumen wajib hingga menjadi “siswa sekolah“ untuk bisa lulus ujian teori dan praktik. Oleh Zakia Ahmad.

Selama lima tahun saya tinggal di Jerman, mendapatkan SIM Jerman adalah salah satu hal paling rumit yang saya lakukan dan menyita banyak waktu, energi, pikiran dan biaya. Banyak tahapan yang harus dilalui. Biaya yang dikeluarkan pun cukup besar sampai seseorang bisa mendapatkan kartu izin mengemudi, yang bisa dipakai di seluruh negara Uni Eropa. Seseorang harus kembali menjadi "siswa sekolah”, karena salah satu langkah yang harus dilakukan untuk mendapat SIM adalah mendaftar di sekolah mengemudi (Fahrschule). Ini adalah syarat mutlak karena bukti pendaftaran di satu Fahrschule menjadi salah satu dokumen wajib yang harus ditunjukkan pada pihak berwenang.

Jika kamu tinggal di Jerman dan ingin mendapatkan SIM Jerman, maka tahapan pertama yang harus kamu lakukan adalah mengecek situs web kantor dinas lalu lintas (Straßenverkehsamt) di kota tempat kamu tinggal. Biasanya situs web pemerintah kota menghadirkan informasi yang lengkap dan komprehensif tentang persyaratan apa saja yang harus kamu siapkan, jika kamu ingin menggunakan satu layanan.

Führerscheinprüfung in Deutschland (Nurzakiah Ahmad)

Zakia Ahmad di Verkehrsübungsplatz (tempat latihan mengemudi)

Sebelum membuat janji untuk bertemu dengan pegawai Straßenverkehrsamt, kamu sudah harus menyiapkan dokumen yang diminta. Berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai warga kota Bonn, dokumen yang harus dibawa saat mendaftar di Straßenverkehrsamt Bonn adalah:

1. Formulir pendaftaran dengan stempel dari Fahrschule

Jadi pertama kamu sudah harus memilih di Fahrschule mana kamu ingin mengikuti kelas (teori dan praktik) mengemudi. Pihak administrasi dari Fahrschule akan memberikan kamu formulir (yang ditandatangani dan distempel pihak Fahrschule) yang menyatakan bahwa kamu terdaftar di Fahrschule tersebut.

2. Paspor dan dokumen izin tinggal

Dokumen ini akan kamu perlihatkan ketika bertemu dengan pegawai Straßenverkehrsamt nanti. Tidak ada salahnya untuk membuat copy.

3. Foto biometris terbaru

Di balai kota Bonn, ada satu sudut, semacam studio mini, di mana kamu bisa langsung membuat foto biometris, yang nantinya akan digunakan sebagai foto untuk SIM. Sebaiknya cek situs web dari balai kota tempat kamu tinggal apakah di sana juga tersedia "mini studio" ini. Kalau tidak, maka kamu harus menyiapkan sendiri foto biometris terbaru.

4. Bukti tes mata

Kamu harus ke optik yang menyediakan layanan tes penglihatan untuk calon siswa Fahrschule. Berdasarkan pengalaman saya, tes penglihatan untuk Fahrschule sulit sekali, tidak seperti tes mata biasa. Obyek yang harus bisa kita lihat sangat amat kecil. Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu memang benar-benar memiliki mata yang normal. Untuk pengguna kacamata, pastikan kacamata atau kontak lensa juga benar-benar sesuai dengan ukuran minus, plus atau silinder mata.

Setelah selesai cek mata, optik akan memberikan hasil tes yang menyatakan kamu lulus atau tidak lulus tes mata. Tidak masalah jika kamu pengguna kaca mata atau lensa kontak, nanti di kertas hasil tes akan tertulis "lulus dengan bantuan kacamata/kontak lensa". Kalau tidak lulus, kamu sebaiknya ganti kaca mata atau lensa kontak dengan ukuran yang lebih pas dan melakukan tes mata lagi.

5. Bukti keikutsertaan dalam pelatihan P3K

Pelatihan P3K di Jerman biasanya diselenggarakan oleh Deutsches Rotes Kreuz (DRK/Palang Merah Jerman). Tiap Fahrschule memiliki jadwal terbaru, yang menginformasikan kapan saja DRK menyelenggarakan pelatihan P3K. Setelah mengikuti pelatihan, kamu akan mendapat sertifikat tanda bukti ikut serta. Sertifikat inilah yang perlu kamu lampirkan.

Setelah kamu ke Straßenverkehrsamt untuk mendaftar dan membayar biaya pendaftaran, Straßenverkehrsamt mengirim formulir permohonan pelaksanaan ujian mengemudi kamu ke TÜV (Technische Überwachungsverein), satu badan yang menyediakan pelayanan inspeksi dan sertifikasi produk di Jerman. Perwakilan dari TÜV ini akan menjadi penguji kamu dalam ujian praktik mengemudi nantinya.

 

Führerscheinprüfung in Deutschland (DW/N. Ahmad)

Surat dari TÜV yang diterima Zakia sebagai calon peserta ujian teori dan praktik mengemudi

Setelah kira-kira 2 minggu kamu akan mendapat surat dari TÜV yang menjelaskan bahwa namamu sudah terdaftar untuk mengikuti ujian mengemudi dan kamu harus mentransfer biaya pelaksanaan ujian teori dan praktik. Jumlah yang harus saya bayar saat itu adalah 114,24 Euro.

Dalam jangka waktu satu tahun sejak kamu mendapat surat tersebut, kamu harus memenuhi kewajibanmu sebagai siswa sekolah mengemudi, menghadiri kelas serta mengikuti dan lulus ujian teori.

Sebagai ilustrasi, saya mendaftar di Straßenverkehrsamt dan menyerahkan semua dokumen wajib pada 1 Maret 2018. Pada 15 Maret 2018 saya mendapat surat konfirmasi dari TÜV. Saya punya waktu hingga paling lambat 15 Maret 2019 untuk mengikuti seluruh kelas teori di Fahrschule dan lulus ujian teorinya. Sampai artikel ini saya tulis, saya sudah mengikuti seluruh kelas wajib di Fahrschule dan sudah lulus ujian teori.

Kelas teori di Fahrschule

Seorang siswa Fahrschule harus mengikuti 14 kelas teori, yang masing-masing berlangsung selama 90 menit. Kelas teori tersebut membahas 14 tema yang berbeda, yang sangat penting untuk seorang calon pengemudi. Ada tema yang benar-benar teknis, seperti bagian-bagian mesin dalam mobil, hingga ke tema praktis seperti penguasaan rambu-rambu lalu lintas dan tema lingkungan (bagaimana cara menyetir yang ramah lingkungan).

Fahrschule di mana saya terdaftar memiliki hampir 90 persen siswa berusia 17 tahun, usia di mana orang boleh mulai mendaftar di Fahrschule.

Kesan yang saya dapatkan dalam mengikuti kelas teori adalah betapa orang-orang Jerman sangat menanamkan kesadaran berkendara yang penuh tanggung jawab sejak dini, kesadaran untuk ikut menjaga lingkungan dan bahwa keselamatan nomor satu.

Bukti keikutsertaan dalam kelas teori kamu perlukan untuk bisa mengikuti ujian. Ujian teori diselenggarakan di tempat tertentu, yang informasinya juga bisa kamu dapatkan dari Fahrschule di mana kamu terdaftar.

Ujian teori

Ujian teori mengemudi memiliki 30 pertanyaan. Tiap pertanyaan memiliki bobot poin (ada yang bobotnya 3 dan 4 poin). Kamu hanya boleh maksimum memiliki bobot kesalahan 10 poin. Jadi jika kamu menjawab tiga pertanyaan salah, yang masing-masing memiliki bobot tiga poin, maka poin kesalahan kamu jumlahnya sembilan. Ini berarti kamu lulus ujian teori. Namun, jika bobot dari tiga pertanyaan yang kamu jawab salah adalah empat, maka poin kesalahanmu 12 dan kamu tidak lulus ujian.

Saya sendiri menjawab tiga pertanyaan salah, dengan bobot poin masing-masing 4-3-3. Jadi poin kesalahan saya adalah 10, batas maksimum untuk lulus :D Untung saja bukan 4-4-3, karena itu akan berarti saya tidak lulus.

Jika seseorang tidak lulus ujian teori, maka ia bisa mengikuti ujian lagi dalam jangka waktu dua minggu dengann membayar biaya ujian teori lagi (sebesar 22,49 Euro). Seseorang bisa terus mengulang ujian teori sampai lulus, karena kelulusan ujian teori merupakan syarat untuk ikut ujian praktik.

Führerscheinprüfung in Deutschland (DW/N. Ahmad)

Surat tanda lulus ujian teori mengemudi yang diperlukan untuk mengikuti ujian praktik

Belajar dengan aplikasi "Fahrschulcard”

Belajar dengan aplikasi dari Fahrschule mungkin adalah cara paling ampuh untuk menguasai materi ujian. Di aplikasi yang bernama "Fahrschulcard” itu (kamu bisa mendapat data login setelah mendaftar di satu Fahrschule) ada 1113 pertanyaan, di mana 30-nya akan muncul di ujian. Tiap hari kamu harus meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan di aplikasi tersebut dan mengulangnya terus hingga progres kamu mencapai 100 persen dan tidak ada lagi pertanyaan yang tidak terjawab.

Saya pribadi hanya berhasil menyelesaikan 96 persen progres belajar dengan aplikasi tersebut dan nekad saja langsung mengikuti ujian teori. Karena saat itu saya penasaran ingin melihat seperti apa pelaksanaan ujiannya. Saya juga berpikir kalau saya tidak lulus di percobaan ujian pertama, ya sudah saya coba lagi dalam dua minggu. Tapi ternyata saya beruntung dan bisa lulus di percobaan pertama, walaupun dengan poin kesalahan maksimum (enggak apa-apa, yang penting lulus! :D).

Führerscheinprüfung in Deutschland (DW/N. Ahmad)

Tampilan statistik progres belajar pada aplikasi Fahrschulcard

Lanjut ke praktik

Saya belum melakukan ujian praktik karena masih dalam tahap kelas praktik (Fahrstunde). Dalam kelas praktik kamu langsung mengemudi dengan mobil dari Fahrschule dan pengajarmu duduk di samping kamu. Mobil Fahrschule adalah mobil khusus di mana di bangku pengajar juga ada rem. Beberapa hal yang diuji dalam kelas praktik diantaranya adalah menyetir di saat di luar sudah gelap, menyetir di jalan tol dan di jalan luar kota (Landstraße, dengan kecepatan maksimum 100km/jam).

Seberapa banyak Fahrstunde (jam pada kelas praktik mengemudi) yang harus kamu lakukan tergantung pada seberapa jauh kamu sudah bisa menyetir. Berhubung Fahrstunde cukup mahal (sekitar 45 euro per 1 Fahrstunde (45 menit) dan ada 17 Farhstunde yang harus diikuti. 17x45 Euro = 765 euro) maka banyak orang yang pertama memantapkan kemampuan mengemudi di jalan raya di tempat yang namanya "Verkehrsübungsplatz".

Tempat latihan mengemudi ini mengenakan biaya sekitar 10 Euro per jam. Seseorang yang belajar mengemudi harus didampingi pengemudi dewasa yang sudah memiliki SIM untuk bisa menggunakan jasa tempat latihan menyetir ini.

Führerscheinprüfung in Deutschland (Nurzakiah Ahmad)

Tempat latihan mengemudi, dengan tanjakan, persilangan jalan dan tempat parkir untuk latihan parkir mundur

Verkehrsübungsplatz menjadi tempat seseorang membiasakan diri dengan situasi jalanan sambil memantapkan kemampuan menyetir mereka. Jika seseorang sudah menguasai hal-hal penting seperti parkir paralel, mundur, menyetir di tanjakan, dll, maka ia bisa langsung mengambil kelas praktik dan mungkin tidak perlu mengambil jam ekstra dan mengeluarkan biaya lebih banyak lagi. Jika pengajar dan si siswa sendiri sudah yakin bahwa ia mampu, maka ia akan diizinkan untuk bisa ikut ujian mengemudi.

Sampai artikel ini saya tulis, saya belum sampai pada tahap ujian praktik. Nanti akan saya ceritakan lagi ya pengalaman ikut ujian praktik mengemudi kalau sudah lulus. :D

* Zakia Ahmad bekerja sebagai jurnalis lepas dan tinggal di Jerman sejak lima tahun.

** DWNesiaBlog menerima kiriman blog tentang pengalaman unik Anda ketika berada di Jerman atau Eropa. Atau untuk orang Jerman, pengalaman unik di Indonesia. Kirimkan tulisan Anda lewat mail ke: dwnesiablog@dw.com. Sertakan satu foto profil dan dua atau lebih foto untuk ilustrasi. Foto-foto yang dikirim adalah foto buatan sendiri.

Laporan Pilihan