ITB Berlin: Indonesia Targetkan Enam Juta Wisatawan | Sosial | DW | 09.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

ITB Berlin: Indonesia Targetkan Enam Juta Wisatawan

Pameran Bursa Pariwisata Internasional ITB (Internationale Tourismusboerse) Berlin dianggap sebagai salah satu pameran pariwisata terpenting di dunia. Indonesia turut ambil bagian juga untuk ke-27 kalinya.

Umbul-umbul yang menghiasi sekitar kawasan pameran ITB Berlin

Umbul-umbul yang menghiasi sekitar kawasan pameran ITB Berlin

Paviliun Indonesia berada diantara negara-negara Asia, seperti Kamboja dan Thailand, di atas lahan seluas 700 meter persegi dengan latar utama Candi Prambanan.

Sekelompok pemusik dengan pakaian khas Kalimantan Timur menjadi pusat perhatian para pengunjung Pameran Bursa Pariwisata Internasional ITB Berlin. Mereka bermain musik di atas panggung yang berada dalam paviliun Indonesia Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik turut hadir bersama rombongannya yang merupakan perwakilan dari industri pariwisata dan dinas pariwisata daerah.

Ada target-target khusus yang ingin dicapai Jero Wacik dalam ITB Berlin kali ini. “Satu, transaksinya banyak. Jadi orang asing banyak transaksi dan tahun ini sudah mulai ke Indonesia. Kedua mengibarkan bendera Indonesia ke dunia. Bahwa Indonesia still there, still nice, mempunyai reputasi yang baik.”

12 pemerintah daerah mewakili Indonesia di ITB Berlin. Bagi Kalimantan Timur ini adalah keikutsertaan mereka untuk pertama kalinya. Untuk kelanjutan keterlibatan Kalimantan Timur dalam ITB Berlin selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata Firminus Kunum cukup optimis setelah melihat respon yang mereka terima. “Ternyata stan kita cukup unik. Banyak wartawan yang ngajak berfoto dan menanyakan alat yang kita bawa. Sepertinya baru sekarang mereka melihat hal seperti itu.”

‘Beautiful Bali’, slogan yang diusung oleh Departemen Pariwisata dan Kebudayaan untuk tahun wisata Indonesia 2007. Keputusan ini ternyata menimbulkan pro dan kontra di kalangan para pelaku dinas pariwasata di luar Bali. Diantaranya yang kurang setuju adalah perwakilan dari Yogyakarta, Rob Prabowo. “Kalau Bali sih out of promotion. Bali sudah dikenal dunia. Sudah dipromosikan Belanda dari abad ke 19.”

Strategi pariwisata pemerintah memang sedikit membingungkan. Daerah-daerah kurang terkenal yang memiliki potensi, seperti Flores atau Papua tidak tampak perwakilannya di ITB Berlin. Tidak ada dana adalah alasan utamanya. Namun, menurut Agustini Rahayu perwakilan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata itu bukan alasan satu-satunya. “Sebetulnya sudah dipush. Namun semenjak otonomi daerah, kita seperti kehilangan link dengan pemerintah daerah. Status kita cuman mengakomodir. Seperti lahan di sini dari kita dan mereka boleh ikut.”

6 juta wisatawan mancanegara dan 1 juta diantaranya diharapkan datang dari Eropa. Demikian target yang dibebankan oleh pemerintah. ITB Berlin hanyalah salah satu upaya untuk mencapainya. Rencana selanjutnya adalah mengikuti acara di London dan Den Haag. Itu pun menurut Agustini Rahayu, jika proposal dana diloloskan. Promosi memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dan apakah dana yang dikeluarkan tersebut dapat kembali melalui devisa yang dihasilkan dari kedatangan para wisatawan mancanegara dan Eropa khususnya, baru dapat dibuktikan akhir tahun ini.

  • Tanggal 09.03.2007
  • Penulis Vidi Legowo
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVG
  • Tanggal 09.03.2007
  • Penulis Vidi Legowo
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVG