Istri Pelaku Bom Medan Berkomunikasi dengan Napi Soal Teror Bali | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 14.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Bom Bunuh Diri

Istri Pelaku Bom Medan Berkomunikasi dengan Napi Soal Teror Bali

Polisi tahan istri pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan. Istri pelaku yang berinisial DA diketahui pernah berkomunikasi dengan napi Lapas Medan merencanakan aksi terorisme di Bali. Polisi terus mendalami kasus ini.

Istri pelaku bom bunuh diri di Medan, Sumut, Rabbial Muslim Nasution, berinisial DA diamankan polisi. Dari pemeriksaan, istri Rabbial diketahui pernah berkomunikasi dengan napi di Lapas Medan soal rencana aksi teror di Bali.

"Densus 88 sudah mengamankan istri daripada pelaku. Istri pelaku tersebut atas nama DA. DA yang diduga yang terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mako Brimob Depok, Kamis (14/11/2019).

Dari hasil penelitian Tim Densus 88 dan Direktorat Siber Bareskrim Polri, DA, istri pelaku bom Medan, cukup aktif di media sosial.

"Dan secara fisik sudah pernah berkomunikasi atas nama I, yang saat ini sedang menjalani proses hukuman di lapas kelas 2 wanita yang ada di Medan. Dan di dalam jejaring komunikasi media sosialnya mereka merencanakan aksi terorisme di Bali. Itu lagi didalami dan dikembangkan," sambung Dedi.

Perburuan di Balawan

Polisi memastikan Rabbial Muslim Nasution beraksi seorang diri saat meledakkan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut. Tapi, usai bom bunuh diri, polisi melakukan perburuan. Siapa yang dikejar?

"Namun yang diduga juga sebagai imamnya kini masih dalam pengejaran. Kita sudah mengantongi identitas yang diduga imamnya," kata Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto kepada wartawan, Rabu (13/11/2019) malam.

Rumah 'imam' pelaku bom bunuh diri di daerah Belawan sudah digeledah tadi malam. Rumah ini digeledah setelah tim Polda Sumut merampungkan penggeledahan rumah keluarga pelaku dan rumah kontrakan Rabbial di Medan Marelan.

"Kita juga sudah melakukan penggeledahan pertama di rumah pelaku ataupun istrinya. Kemudian kita juga menggeledah yang selama ini kita duga memberikan pengajian ke pelaku," sambung Mardiaz.

Penangkapan di Banten

Tim Densus 88 Anti Teror menangkap satu orang terduga teroris di wilayah Jawa Tengah. Penangkapan ini dilakukan pasca-bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11).

"Untuk update penangkapan teroris pascakejadian bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Medan, dari tim Densus 88 sudah mengamankan 4 orang. Tiga orang di Banten dan satu orang di Jawa Tengah," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mako Brimob Depok, Kamis (14/11/2019).

Tiga orang yang ditangkap di Banten--Polda Banten sebelumnya menyebut 4 terduga teroris yang ditangkap--diduga terkait dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka yang ditangkap, menurut Dedi, diketahui pernah mengikuti latihan militer juga perang di Suriah.

"Saat ini sedang dikembangkan oleh Tim Densus 88," kata Dedi.

Selain di Banten dan Jateng, Tim Densus 88 lebih dulu menangkap terduga teroris berinisial WJ di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. WJ terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Terduga teroris WJ disebut pernah mengikuti pelatihan militer pada 1999 dan memiliki keahlian merakit bom.

"Yang bersangkutan pada tahun 2012 mengikuti perang di Suriah," kata Dedi dalam jumpa pers, Rabu (13/11).

Baca jugaJokowi: Terorisme dan Radikalisme Masih Jadi Ancaman Serius

Sebelumnya, Rabu (13/11) pagi, pelaku Rabbial Muslim Nasution meledakkan bom bunuh diri setelah mengaku ingin mengurus SKCK di Mapolrestabes Medan. Menggunakan jaket ojek online, pria berusia 24 tahun itu terpantau masuk ke Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.15 WIB.

Petugas jaga meminta Rabbial membuka jaket, tasnya ikut diperiksa. Tapi tak ada benda yang mencurigakan.

Rabbial pun masuk ke Mapolrestabes Medan hingga ke halaman dekat kantin ruang SKCK. Sekitar pukul 08.45 WIB, Rabbial meledakkan bom yang disebut polisi dililitkan ke tubuhnya.

Akibat ledakan bom bunuh diri itu, enam orang terluka. Empat korban luka dari personel Polri, satu pekerja harian lepas, dan satu warga. Sejumlah kendaraan yang terparkir di halaman Mapolrestabes Medan rusak.

"Dugaan sementara pelaku ini melakukan aksi terorisme lone wolf," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Ed: rap/gtp)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

Istri Pelaku Bom Medan Ternyata Komunikasi dengan Napi soal Teror Bali

Siapa Orang Belawan yang Diburu Terkait Bom Medan?

Setelah Banten, 1 Terduga Teroris Ditangkap di Jateng Pasca-bom Medan

Laporan Pilihan

WWW Link