Israel Tetap Lancarkan Serangan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 01.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Israel Tetap Lancarkan Serangan

Penghentian serangan udara selama 48 jam diberlakukan, tetapi tembak menembak masih berlangsung.

Penghentian Serangan Udara Sementara?

Penghentian Serangan Udara Sementara?

Angkatan Udara Israel Senin kemarin kembali melepaskan serangan ke sasaran di wilayah selatan Libanon. Namun, demikian dilaporkan, kali ini tidak ada sasaran yang spesifik, pesawat tempur dikerahkan hanya untuk melindungi pasukan tentara darat.

Sejak diberlakukannya penghentian serangan, hari Senin pukul satu dini hari, Israel menyatakan akan tetap menyerang pangkalan-pangkalan milisi Hisbullah, jika dari pangkalan tersebut diluncurkan roket ke arah Israel. Tidak ada titik balik perubahan ke arah gencatan senjata, demikian pernyataan dari kalangan pemerintahan Israel. Nada yang sama juga terdengar dalam pernyataan Menteri Pertahanan Israel Amir Perez di depan Knesset:

Perez: „Israel akan memperluas dan memperkuat serangan militernya ke Hisbullah. Berbagai peluncur roket berhasil dihancurkan dan kami tetap melancarkan serangan. Kini, saya dapat melaporkan kepada anggota Knesset, gudang-gudang rudal jarak jauh Hisbullah sudah kami lumpuhkan.“

Tanpa mengindahkan pernyataan yang demikian, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice yakin, kesepakatan gencatan senjata bakal dicapai minggu ini juga. Tentu penempatan pasukan internasional sangat berperan dalam pelaksanaan gencatan senjata. Untuk itu Dewan Keamanan PBB minggu ini akan bertemu untuk bersidang.

Dapat dikatakan masyarakat luas Israel sementara tidak mendukung penghentian serangan itu. Dalam sejumlah siaran radio pendengar mengemukakan pendapat mereka, agar serangan tetap dilancarkan. Sebuah harian bahkan memberitakan, pemimpin Olmert telah „tumbang“. Demikian juga di jalanan terlihat lebih banyak kritikan ketimbang dukungan untuk mengadakan gencatan senjata.

Kemudian pendapat seorang pejalan kaki lain mengenai serangan rudal Hisbullah ke Israel:

„Apa yang mereka lakukan kejam – saya tidak berani membayangkannya – mereka membunuh anak dan istri kami, merusak semuanya, gedung, jembatan. Mereka seharusnya mencarikan solusi untuk semua ini – tidak hanya di Libanon, juga di Gaza - di sana kami juga menderita.“

Sebagai aksi protes menentang serangan Israel ke Kana, hari Minggu lalu yang menewaskan lebih dari 50 warga sipil, sekelompok warga Palestina militan menyerang pangkalan PBB di Gaza. Seorang pejabat PBB menyebut, situasinya sangat kritis.

Terutama dengan tewasnya sejumlah anak dalam serangan ke Kana, kini muncul suara-suara dari rakyat Israel yang menyambut baik gencatan senjata.

Iklan