Israel Serbu Jalur Gaza | Fokus | DW | 28.06.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Israel Serbu Jalur Gaza

Serangan dengan tujuan untuk menghindari jangan sampai tentara Israel yang diculik hari Minggu (25/6) lalu, dibawa ke tempat persembunyian lain.

Gilad Shalit, tentara Israel yang diculik

Gilad Shalit, tentara Israel yang diculik

Pesawat tempur Israel menyerang selewat tengah malam. Serangan terarah menghancurkan 3 jembatan yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Jalur Gaza. Di Gaza City, satu-satunya instalasi pembangkit listrik Jalur Gaza dihajar roket beberapa kali. Sebagian besar kota itu kini tak dialiri listrik. Di selatan Gaza, tentara Israel melintasi perbatasan hari Senin (27/6) malam, dengan panser, buldoser dan kendaraan lapis baja.

Didukung sejumlah helikopter, mereka menduduki lapangan terbang Gaza yang tidak terpakai dan daerah terbuka di timur kota Rafah. Sebagian besar warga sipil di sana siap mengungsi. Mereka menghindari tembakan artileri dari utara dan barat. Menteri Infrastruktur Israel Benyamin Ben Eliezer menerangkan dalam siaran radio pemerintah bahwa serangan militer tersebut bertujuan untuk membebaskan tentara yang diculik dan membawanya pulang dengan selamat. "Kami sama sekali tak berminat menduduki Gaza. Kami juga tak punya niatan merugikan rakyat sipil." Demikian ditambahkan Ben Eliezer.

Tentara muda itu diculik militan Palestina dari sebuah pos penjagaan di perbatasan ke selatan jalur Gaza. Dalam insiden tersebut dua tentara Israel tewas dan sejumlah lainnya terluka. Sementara itu di Israel semakin jelas petunjuk bahwa ekstrimis Palestina juga menahan seorang sandera di Tepi Barat Yordan. Kelompok ’Komite Perlawanan Rakyat’ menyatakan telah menculik seorang pemukim Yahudi. Pemuda itu dilaporkan hilang beberapa hari lalu saat mencari tumpangan di Tepi Barat.

Menteri Ben Eliezer berharap, serangan militer israel tidak berakibat buruk pada kedua anak muda itu.

Selain oleh 'Komite Perlawanan Rakyat', serangan mendadak terhadap pos militer Israel hari Minggu (25/6) lalu juga dilakukan organisasi gabungan dari berbagai kelompok pecahan, juga sayap bersenjata faksi Palestina yang berkuasa, Hamas. Mereka menuntut agar Israel membebaskan tahanan Palestina. Semalam, PM Ehud Olmert menegaskan kembali di depan parlemen, Israel tidak bersedia berunding.