Israel Lanjutkan Serangan Udara ke Jalur Gaza | dunia | DW | 18.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Israel Lanjutkan Serangan Udara ke Jalur Gaza

Angkatan udara Israel sepanjang malam melanjutkan serangannya ke pos-pos kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Serangan Israel ke Jalur Gaza hari Kamis (17/05)

Serangan Israel ke Jalur Gaza hari Kamis (17/05)

Di Timur kota Gaza, sebuah bangunan jadi sasaran bom, sedikitnya 10 orang tewas dan luka-lika, demikian dilaporkan media Palestina. Militer Israel menerangkan, rumah itu digunakan anggota Hamas untuk menyelundupkan senjata. Serangan udara juga langsung ditujukan pada satuan-satuan Hamas. Panser dan satuan artileri Israel ditempatkan di dua posisi penting di Utara Jalur Gaza untuk menghentikan serangan roket tipe Kassam yang ditembakkan dari kawasan Palestina ke Israel.

Perdana Menteri Ehud Olmert Kamis kemarin berkunjung ke kota perbatasan Sderot yang mengalami serangan sekitar 30 roket Kassam. Olmert menegaskan ia akan berusaha mengatasi ancaman ini. Olmert datang dengan Menteri Pertahanan Amir Peretz yang punya rumah di Sderot. Olmert berusaha menenangkan penduduk dan menandaskan, Sderot tidak sendiri, pemerintah pasti akan membantu. Sementara ia berkunjung, sirene serangan roket berbunyi. Tiga roket tipe Kassam ditembakkan lagi.

Selama beberapa hari terkahir, penduduk Sderot dan politisi dari kalangan oposisi melontarkan kritik keras kepada Ehud Olmert. Ia dianggap tidak melakukan apa-apa untuk mengamankan Sdeort. Sekitar 3000 dari seluruhnya 23000 penduduk diberitakan sudah meningalkan kota perbatasan itu. Untuk transportasi, mereka mendapat bantuan dari miliarder keturunan Rusia, Arkady Gaydamak, yang menyediakan bis gratis dan membayar biaya penginapan di hotel di kota Be’er Sheva, sekitar 50 kilometer di Selatan Sderot. Televisi Israel menyiarkan gambar-gambar para pengungsi yang sedang beristirahat santai di hotel dan mengucapkan terimakasih kepada sang miliarder.

Perdana Menteri Ehud Olmert mengeritik langkah Gaydamak itu dan menerangkan, apa yang dilakukan Gaydamak hanya memberi gambaran rancu tentang situasi sebenarnya dan malah membantu musuh Israel melakukan propraganda. Sementara Gaydamak, yang tentu saja punya ambisi politik, menuduh Olmert tidak manusiawi.

Menurut keterangan saksi mata, pertempuran antara kubu Hamas dan Fatah hari Kamis sempat mereda, terutama ketika Israel memulai serangannya ke Jalur Gaza. Para pengamat menilai, serangan roket Kassam ke Israel yang dilakukan Hamas memang merupakan taktik yang diperhitungkan, untuk memprovokasi militer Israel melakukan serangan balasan. Dengan langkah itu, Hamas ingin mengalihkan perhatian dari upaya pembersihan milisi Fatah. Hamas dilaporkan punya daftar nama anggota milisi Fatah yang mereka kejar. Kelompok Hamas mendirikan pos-pos pengawasan di jalan-jalan dan memeriksa identitas pengguna jalan untuk mengidentifikasi anggota milisi Fatah yang mereka cari.

Iklan