Israel Lancarkan Serangan Pembunuhan Terarah | Fokus | DW | 21.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Israel Lancarkan Serangan Pembunuhan Terarah

Ketakutan kembali menyebar di Jalur Gaza. Pasalnya, Israel kembali melaksanakan politik serangan pembunuhan terarah.

Seorang korban serangan udara Israel tengah dievakuasi

Seorang korban serangan udara Israel tengah dievakuasi

Hari Senin kemarin empat anggota Jihad Islam tewas dalam serangan udara di kamp pengungsu Jebalya. Sehari sebelumnya delapan orang tewas dalam serangan yang ditujukan kepada anggota parlemen Hamas, Khalil al Haya. Politisi Al Haya sendiri hanya menderita luka ringan.

Kelompok Hamas mendesak anggotanya untuk menghindari penggunaan telepon seluler dan mobil. Sebuah pesan yang dipancarkan stasiun radio lokal menyarankan untuk tidak menggunakan operator telepon seluler Palestina Jawwal, tidak mengadakan pertemuan dan tidak menggunakan segala bentuk alat transportasi.

„Pesawat tempur musuh kaum zion setiap saat mengudara,“ demikian disebutkan penyiarnya.

Akhir pekan lalu kelompok Hamas mengumumkan akan kembali melakukan serangan bunuh diri di Israel. Juru bicara pemerintah Ghazi Hamed tidak bersedia membenarkan hal itu di depan media Israel. Dia hanya mengatakan:

„Semua kemungkin terbuka. Sekarang terjadi perang dan tidak lagi terdapat batas yang jelas. Setiap saat orang bisa ditembak musuh. Juga kalian, dari pihak lain yang telah menjelaskan akan menyerang pimpinan Hamas, Khaled Mashal dan pejabat politik Hamas. Pihak Palestina juga akan melakukan hal sama.“

Senin kemarin politisi Israel mendesak untuk dilancarkannya tindakan keras terhadap warga Palestina. Menteri Keamanan dalam Negeri Avi Dichter mengatakan pada radio militer Galei Zahal, pimpinan Hamas di luar negeri, Khales Mashal juga menjadi sasaran pembunuhan. Menteri Infrastruktur Israel Benjamin Ben Eliezer menyebut Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah sebagai sasaran dan mendesak supaya tidak mempedulikan keselamatan warga sipil.

Bekas pemimpin dinas rahasia Israel, Israel Hasson yang juga anggota parlemen dari Partai Rumah Kami Israel yang berhaluan ultra nasional menyebutkan sekarang saat yang tepat untuk mengisolasi Jalur Gaza dari Tepi Barat Yordan.

„Kami memiliki alasan untuk menutup rapat-rapat Jalur Gaza dan mengatakan, sejak saat ini kalian adalah masalah dunia Arab dan ketika kalian mengancam kami, kami akan menuntut balasan yang lebih mahal. Ini merupakan pesan yang jelas dengan hasil yang jelas.“

Kota kecil Israel Sderot yang terletak di perbatasan dengan Jalur Gaza kembali diserang roket kecil Kassam. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Sejak terjadi penembakan terus menerus, urat saraf warga Sderot ibaratnya sudah kebal terhadap serangan Kassam.

Hari Minggu kemarin, para pengusaha dari Sderot memblokir sebuah persimpangan jalan dan mendesak pemerintah untuk mundur dan meminta ganti rugi ekonomi. Kalian memalukan! Teriak mereka. Kami tidak mau lagi di bawah pemerintahan kalian.

Sejak tujuh tahun lalu Sderot menjadi sasaran roket-roket Palestina. Kendati demikian, di kota itu tidak cukup tersedia bunker-bunker pelindung bagi warganya.