Israel Hentikan Blokade, Jerman Siapkan Pasukan | Fokus | DW | 07.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Israel Hentikan Blokade, Jerman Siapkan Pasukan

Pengamanan kawasan pantai Libanon dan bandara internasional Beirut selanjutnya akan dialihkan ke satuan-satuan Jerman di bawah komando PBB.

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama Menlu Turki Abdullah Gul

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama Menlu Turki Abdullah Gul

Sebelumnya sudah ada beberapa pesawat asing yang mendarat di bandara Beirut tanpa ada ijin dari Israel. Pihak militer Israel memang menerangkan, angkatan udara tidak akan memaksakan blokade udara dengan kekerasan terhadap lalu lintas udara sipil.

Di Israel, kritik terhadap Panglima Angkatan Bersenjata Jendral Dan Halutz makin gencar. Mantan pimpinan angkatan udara iu dikritik sehubungan dengan strategi operasi militernya. Dalam sebuah surat terbuka, para perwira menyatakan kepemimpinan militer lemah, dan tujuan operasi militer tidak pernah didefinisikan secara jelas. Target operasi berubah-ubah selama aksi militer dilaksanakan.

Berbagai laporan menyebutkan, peralatan militer sudah tidak memadai, pemasokan ransum makanan dan air juga tidak lancar. Selain itu, perangkat dan sistem pengintaian sudah terlalu tua. Selama lima jam, Dan Halutz menghadapi berbagai kritik yang dilontarkan para perwira dalam konsultasi khusus.

Operasi militer yang terutama mengandalkan serangan udara di hari-hari pertama mendapat kritik tajam. Operasi militer disebut-sebut terlalu mempertimbangkan aspek politis daripada aspek militer. Publik di Israel makin skeptis menilai langkah militer di Libanon. Kebanyakan warga Israel tidak puas dengan hasil operasi militer dan menuntut pemeriksaan menyeluruh tentang kegagalan misi tersebut.

Pemerintah Israel di bawah pimpinan Perdana Menteri Ehud Olmert sudah setuju membentuk komisi pemeriksa operasi militer ke Libanon. Namun pembentukan dan mandat komisi ini masih dibicarakan. Pihak Kejaksaan Israel menyatakan menolak dua calon anggota komisi karena melihat kemungkinan terjadi konflik kepentingan. Kedua calon yang diusulkan pemerintah itu bekerja di perusahaan senjata yang memasok perlengkapan militer Israel.

Mengenai misi satuan angkatan laut Jerman di kawasan pantai Libanon mulai ada kejelasan. Pemerintah Libanon secara resmi sudah melayangkan permintaan bantuan pasukan ke PBB. Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier yang kemarin berada di Istanbul menerangkan, menyambut pencabutan blokade Israel di Libanon.

"Yang penting, sekarang ada sinyal positif. Dalam beberapa hari terakhir, siang dan malam kami membantu sekretaris jendral PBB menyusun agenda dihentikannya blokade udara dan laut. Ini adalah prasyat penting untuk pengiriman tim ahli pengawasan perbatasan Jerman ke Libanon. Tim ini nanti akan bertugas dalam pengawasan penumpang dan duane, juga sekaligus memperkecil kemungkinan penyelundupan senjata.“

Hari Kamis (07/09) ini, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier melakukan kunjungan singkat ke Beirut dan kemudian ke Yerusalem. Misi satuan angkatan laut Jerman ke Libanon masih harus disetujui oleh parlemen Jerman, Bundestag.