Israel Berencana Serang Palestina | Fokus | DW | 25.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Israel Berencana Serang Palestina

Israel tidak akan melakukan serangan artileri membalas serangan roket yang dilancarkan kelompok Hamas.

Pasukan Israel hanya akan memusatkan serangan di Jalur Gaza di mana banyak pemimpin politik dan kalangan elit ekstremis yang bermukim. Demikian kabar yang berkembang di lingkungan pemerintah Israel Rabu kemarin. Saat ini Mesir juga berupaya untuk membujuk Palestina agar kembali memberlakukan gencatan senjata. Akhir pekan lalu dan Selasa kemarin ekstremis membombardir Jalur Gaza wilayah Israel. Walau pun serangan itu tidak memakan korban, politisi Israel menilai peristiwa tersebut sebagai hal yang serius dan memandangnya sebagai awal ancaman serius seperti halnya Hisbullah di Libanon.

Haruskah warga Palestina di Jalur Gaza dibiarkan kelaparan? Haruskah mereka dipaksa bertekuk lutut atau haruskah serangan roket akhir pekan lalu dan Selasa kemarin dihiraukan? Begitulah topik perdebatan yang kini berkembang di Israel. Perdana Menteri Ehud Olmert memerintahkan kabinetnya untuk bersidang. Olmert kemudian memberikan lampu hijau untuk aksi-aksi militer terbatas. Olmert sama sekali tidak menyinggung rencana serangan yang besar.

Sebaliknya, pihak oposisi menyerukan langkah yang drastis. Anggota parlemen dari Partai Likud Yuval Steiniz menuntut operasi militer seperti Operasi Perisai tahun 2002 ketika pasukan Israel menduduki kota-kota otonomi Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan.

„Saya menyerukan sejak hampir dua tahun lalu untuk melaksanakan Operasi Perisai di Jalur Gaza. Apa yang terjadi di Jalur Gaza saat ini sangat mirip dengan apa yang kita alami musim panas lalu di Libanon. Terdapat bentrokan taktis di perbatasan dan di balik itu musuh menyimpan ancaman roket seperti Hisbullah di Libanon.“

Selasa 24 April lalu juru bicara milisi Palestina menyatakan untuk menghentikan gencatan senjata dan menghujani Israel dengan roket dan mortir. Hanya sedikit lontaran mortir yang jatuh ke kawasan Israel dan hanya sedikit kerusakan yang dialami Israel. Pihak keamanan Israel memperkirakan serangan itu merupakan upaya pengalihan perhatian aparat keamanan untuk menculik serdadu Israel di wilayah perbatasan. Menteri Benyamin Ben Eliezer dari Partai Buruh sangat geram menanggapi aksi tersebut. Lebih lanjut Ben Eliezer menyatakan kepada stasiun penyiaran Israel:

„Mereka harusnya mengetahui, jika peristiwa semacam itu terjadi, kami tidak akan menunda lagi untuk masuk Jalur Gaza dan menyeret Perdana Menteri Ismail Haniyah dari rumahnya.“

Pemimpin oposisi Benyamin Netanyahu menyerukan untuk tidak menghiraukan peringatan dan tidak memikirkan lagi warga sipil.

„Kita harus melewati dua tahap. Pertama kita harus mengembargo Gaza. Selain makanan dan air, tidak boleh lagi ada yang masuk. Kita harus menekan dengan kuat supaya warga sipil juga menderita. Jika itu tidak berpengaruh kita harus melakukan tindakan selanjutnya. Tapi tentu saja jika garis depan sudah dipersiapkan.”

Tidak seperti Perang Libanon musim panas lalu, penduduk sekitar perbatasan wilayah Israel di selatan harus dilindungi dari serangan roket dari Jalur Gaza.