Israel Bantah Berita ″Sunday Times″ | Fokus | DW | 08.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Israel Bantah Berita "Sunday Times"

Kementerian Luar Negeri Israel membantah berita tentang rencana serangan Israel ke instalasi nuklir Iran.

PM Israel Ehud Olmert

PM Israel Ehud Olmert

Menanggapi isi berita „Sunday Times“, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Mark Regev menuturkan, pemerintahnya menginginkan agar masalah ini diselesaikan secara diplomatis. Israel mendukung penuh segala upaya dilpomasi yarakat internasional serta Resolusi Iran yang dikeluarkan Dewan Keamanaan Perserikatan Bangsa-Bangsa. „Jika diplomas berhasil, masalah ini dapat diselesaikan secara damai“, demikian tutur Mark Regev.

Sementara instansi pemerintah Israel lainnya menolak untuk mengomentari berita terbitan Inggris „Sunday Times“ hari Minggu kemarin. Dengan tidak menyebutkan nama sumber dari kalangan militer Israel, Sunday Times memberitakan, Angkatan Udara Israel berencana menyerang tiga instalasi nuklir penting milik Iran, dengan menggunakan bom atom. ´Sementara juru bicara pemerintah Israel Misi Eisin mengatakan: „Kami tidak akan mengomentari berita seperti itu“.

Beberapa minggu belakangan ini Perdana Menteri Israel Ehud Olmert berulang kali mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintahannya tidak akan menerima jika Iran mengembangkan senjata nuklirnya. Seandainya perundingan diplomatik antara Israel dengan Iran gagal, maka ada kemungkinan Israel akan mengerahkan kekuatan militernya atas Iran sebagai opsi terakhir.

Mungkin pernyataan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad agar Israel dihapuskan dari peta dunia yang membuat geram pemerintah Israel, sehingga beberapa bulan lalu ketika menghadiri pertemuan organisasi Yahudi Amerika „Orthodox Union“, Ehud Olmert menerangkan pemerintahnya tidak akan berdiam diri:

„Mereka berrencana untuk memusnahkan bangsa Yahudi. Kami tidak bisa menerima itu, hanya mendengarkan apa yang mereka rencanakan, lalu berdiam saja. Dan siapapun di dunia ini tidak berhak untuk mengancam kehidupan bangsa Yahudi dan pemerintah Israel.“

Berbeda dengan pendahulunya Ariel Sharon, Ehud Olmert berulang kali menyinggung kemungkinan Israel akan menyerang fasilitas nuklir Iran. Dengan begitu, Iran harus waspada. Demikian kata Perdana Menteri Israel. Selama ini Israel tidak pernah menampik kemungkinan penggunaan kekuatan militernya atas Iran jika negara itu meningkatkan usahanya mengembangkan senjata nuklir.

Sedangkan media Israel sudah lama memberitakan bahwa unit khusus militer Israel diam-diam dalam status siaga dan sudah menyiapkan serangan terhadap program nuklir Iran. Angkatan Udara Israel memiliki lebih dari 25 pesawat tempur tipe F15, yang mampu menjangkau target-target tertentu di Iran.

Berbagai media Israel misalnya „Yedioth Achronoth“ atau „Yerusalem Post“ mengeluarkan kepala berita seperti „Aksi Terpenting“ atau „2007 – adalah tahun keputusan“. Artikel-artikel tersebut berisikan kutipan anggota militer Israel yang menyebutkan: „Pemerintah harus mengambil keputusan, dimana garis merahnya. Jika garis tersebut dilewati, maka kami harus menyerang. “Nama-nama mereka tidak disebutkan.

Menurut pemerintah Israel, yang dimaksud dengan garis merah adalah jika Iran sudah melampaui batas program pengayaan nuklirnya. Media Israel menulis, karena pemerintah Amerika Serikat tidak berhasil mencegah Iran, kemungkinan Israel akan bertindak sendiri.