Iran Tetap Bangun 3.000 Instalasi Sentrifugal Uranium | Fokus | DW | 05.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Iran Tetap Bangun 3.000 Instalasi Sentrifugal Uranium

Hingga dua pekan menjelang tenggat waktu Resolusi PBB 1737, pemerintah Iran sama sekali tidak berusaha mematuhi tuntutan internasional untuk menghentikan program atomnya.

Fasilitas Konversi Uranium di Isfahan, Iran

Fasilitas Konversi Uranium di Isfahan, Iran

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyatakan, dia akan mengumumkan kemajuan program atom pemerintahnya tepat pada perayaaan Hari Revolusi, Minggu 11 Februari mendatang. Menurut informasi stasiun siaran negara Iran Khabar, dan harian Amerika Serikat New York Times, semua rahasia akan dibuka pekan ini. Kedua media melaporkan, Iran telah membuat kemajuan yang sangat besar dalam pengayaan uranium dan dapat dikatakan mencapai skala industri.

Beberapa pekan sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Mohammad Hosseini juga sudah menyatakan hal ini:

"Kami akan mulai dengan mengerjakan 3.000 sentrifugal uranium dan atas izin Tuhan juga akan memasangnya.“

Menurut para pengawas dari Badan Energi Atom Internasional IAEA yang memiliki akses ke semua fasilitas atom di Iran, pemerintah di Teheran sudah selesai membangun peralatan untuk 3.000 sentrifugal. Namun jadwal pemasangannya masih belum diumumkan.

Hingga saat ini, baru 328 sentrifugal yang sudah aktif dan dengan itu Iran beberapa kali berhasil memperkaya uranium dalam skala tiga hingga lima persen. Uranium hasil pengayaan tingkat rendah ini dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik, tapi tidak cukup untuk membuat bom atom. Untuk membangun bom atom, diperlukan 90 persen skala pengayaan uranium.

Akhir pekan lalu, jurnalis dan wakil IAEA dari Kuba, Malaysia serta Mesir mengadakan kunjungan ke fasilitas konversi uranium di Isfahan. Di sana uranium mentah dikonversi menjadi uranium hexa florida yang akan digunakan di fasilitas atom di Natanz. Wakil IAEA juga memasang kamera pengawas di lokasi fasilitas konversi uranium tersebut.

Pada 22 Februari mendatang batas waktu Resolusi 1737 habis. Pemerintah Iran dituntut untuk menghentikan pengayaan uranium dan pembangunan reaktor air berat Arak. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, PBB mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Iran.