Iran Tayangkan Tawanan Pelaut Inggris | Fokus | DW | 29.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Iran Tayangkan Tawanan Pelaut Inggris

Kendati diprotes Inggris sebelumnya, Iran tetap menyiarkan gambar para pelaut Inggris yang mereka tangkap.

Peta lokasi penangkapan pelaut Inggris yang dikeluarkan Kementrian Pertahan Inggris

Peta lokasi penangkapan pelaut Inggris yang dikeluarkan Kementrian Pertahan Inggris

Dalam tayangan itu, satu-satunya pelaut perempuan yang ditangkap, Faye Turney, berbicara di depan kamera. Ia mengatakan mereka ditangkap karena "jelas sekali kami masuk perairan mereka". Dan ia menggambarkan keramahan dan kebaikan para penangkapnya.

"Mereka sangat ramah dan bersahabat. Penuh pertimbangan. Orang-orang yang sangat baik. Mereka menjelaskan kepada kami, mengapa kami ditangkap. Tidak terjadi kekerasan, tidak ada yang luka. Mereka sangat baik hati."

Tidak jelas, apakah pernyataan itu dilakukan tanpa atau di bawah tekanan. Namun pemerintah Inggris mengutuk penayangan itu. Khususnya mengenai penyiaran surat pribadi Faye Turney kepada keluarganya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Inggris mengajukan bukti data satelit yang menunjukan penangkapan 15 pelautnya oleh Iran berlangsung di 1.7 mil laut perairan Irak. Bukti satelit ini membantah dalih Iran yang menyebut, ke-15 pelaut Inggris ditangkap karena melintasi wilayah laut Iran sejauh setengah kilometer.

Menteri Luar Negeri Inggris Margret Beckett mengatakan, Iran harus membebaskan para pelaut Inggris itu segera dan tanpa syarat. Sebelum pembebasan itu terjadi, Inggris membekukan segala urusan dengan Iran. Demikian dinyatakan Margret Beckett.

Para pelaut Inggris ditangkap Angkatan Laut Iran hari Jumat (23/03). Mereka terdiri dari 8 awak kapal dan 7 marinir, tengah memeriksa sebuah kapal barang India, ketika para angkatan laut Iran menahan mereka dengan todongan senjata.

Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyatakan, Iran melanggar hukum internasional, dan menyerukan masyarakat internasional untuk mengucilkan Iran.

"Para pelaut itu sedang berpatroli di perairan Irak di bawah mandat PBB. Karenanya tidak ada dalih apapun yang bisa dijadikan alasan penangkapan. Itu tindakan yang sepenuhnya tak bisa diterima, salah, dan ilegal. Kami berharap duilakukan pembebasan secepatnya. Namun itu tak terjadi. Karenanya tiba waktunya melipat-gandakan upaya diplomatik dan tekanan internasional, agar pemerintah Iran mengerti bahwa dalam perkara ini mereka sepenuhnya terkucil."

Di Strassbourg, Selasa (27/03), Kanselir Jerman dan ketua Dewan Uni Eropa Angela Merkel, menyinggung maslah ini saat berpidato di Parlemen Eropa.

"Saya ingin menggunakan kesempatan di Parlemen Eropa ini untuk menegaskan, bahwa Uni Eropa sama sekali tak bisa menerima peristiwa penagkapan 15 pelaut Inggris oleh Iran. Kita semua sepenuhnya menyampaikan solidaritas dan mendukung Inggris sepenuhnya."

Namun Iran bersikukuh. Pembebasan segera hanya akan dilakukan terhadap satu-satunya perempuan pelaut yang ditahan, yakni Faye Turney, yang muncul di televisi Iran itu.

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan: "Masalah ini masih terus dibahas dan akan diselesaikan menurut hukum dan peraturan yang berlaku. Sedangkan mengenai pelaut perempuan, sudah saya katakan, dia akan dibebaskan secepatnya." Namun menurut Perdana Menteri Inggris Tony Blair, itu tidak cukup.

Ini bukan pertama kalinya Iran menahan pelaut Inggris. Tahun 2004, Iran juga pernah menangkap 8 pelaut Inggris dan baru mebebaskannya setelah menahannya selama 3 hari.