Iran Tak Akan Bawa Kasus Penangkapan Marinir Inggris ke Pengadilan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 04.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Iran Tak Akan Bawa Kasus Penangkapan Marinir Inggris ke Pengadilan

Setelah hampir dua pekan penangkapan para personil Angkatan Laut Inggris yang memasuki perairan Iran, kedua pihak, baik pemerintahan Inggris maupun Iran menurunkan perang retorika mereka, untuk mencari solusi.

Peta lokasi penangkapan pelaut Inggris di perairan Iran

Peta lokasi penangkapan pelaut Inggris di perairan Iran

Semua pihak nampaknya bersikap hati-hati dalam kasus penangkapan 15 anggota Angkatan Laut Inggris yang menelusup ke perairan Iran. Pimpinan Dewan Nasional Keamanan Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa kasus tersebut dapat diselesaikan tanpa proses pengadilan.

Iran memprioritaskan untuk menyelesaikan perkara lewat jalur diplomatik. Pernyataan tersebut membawa secercah harapan bagi pemerintahan Inggris untuk membebaskan para serdadunya. Namun di sisi lain, Ali Larijani mengritik Uni Eropa yang keburu mengecam Iran tanpa memahami fakta soal penangkapan itu. Satu jam sebelum komentar tersebut disampaikan Larijani, ke 15 pelaut itu mengakui kesalahan mereka telah memasuki perairan Iran secara ilegal.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-bangsa Ban Ki Moon mendesak kedua pihak, Inggris maupun Iran, untuk meredakan perang retorika mereka, agar persoalan dapat terselesaikan dengan jernih. Ban Ki Moon meminta Menteri Luar Negeri Iran Manusehr Mottaki agar menghindari ketegangan di wilayahnya. Sebab penyusupan para personil angkatan laut Inggris tersebut sempat memancing aksi unjuk rasa di Kedutaan Inggris di Teheran. Para pengunjukrasa merupakan mahasiswa-mahasiswa Iran dari kubu garis keras.

Jumat, 23 Maret lalu, dua perahu motor Inggris, yang mengangkut 15 personil angkatan laut Inggris, memasuki perairan Iran di Teluk Persia. Penyelusupan tersebut tercium oleh Pasukan Garda Laut Iran, yang segera menahan mereka.

Televisi pemerintahan Iran, Al-Alam, sempat menyiarkan pengakuan beberapa diantara pelaut tersebut, namun sisanya tidak jadi disiarkan, berhubung ada perubahan positif dari pemerintahan Inggris. Sebelumnya Inggris bersikukuh bahwa para pelautnya berada di perairan Irak, bukan Iran.

Penangkapan itu sempat meruncingkan hubungan Iran dan Barat, yang belakangan makin memanas setelah Iran menolak untuk menghentikan pengembangan program nuklirnya.

Iklan