Iran Tahan 15 Marinir Inggris | Fokus | DW | 24.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Iran Tahan 15 Marinir Inggris

Angkatan laut Iran tangkap 15 orang marinir Inggris Jumat pagi di Schatt el Arab. Ketegangan antara Inggris dengan Iran meruncing.

Marinir Inggris di kawasan Teluk

Marinir Inggris di kawasan Teluk

Peristiwa seperti ini bukan yang pertama kalinya. Juli 2004 Iran pernah menangkap tiga kapal patroli dan delapan marinir Inggris di utara Teluk Persia itu. Ketika itu Inggris mengaku adanya kesalahan sistem navigasi yang menyebabkan kapal-kapal itu masuk ke perairan Iran. Dan setelah empat hari negosiasi, para marinir Inggris itu dibebaskan. Kali ini, Inggris menegaskan bahwa kasusnya berbeda dan menuntut pembebasan para marinir tersebut.

Menurut Kementrian Pertahanan di London penangkapan itu terjadi di perairan Irak dan bukan di wilayah Iran. Menteri Luar Negeri Inggris, Margaret Becket memanggil duta besar Iran, Rasul Movahedian dan menuntut penjelasan lengkap mengenai peristiwa itu. Di televisi Inggris Menteri Luar Negeri Margaret Becket mengatakan,

“Kami juga telah mengangkat masalah ini melalui Duta Besar kami di Teheran. Kami menunggu penjelasan mengenai apa yang terjadi dan menegaskan kepada pemerintah Iran bahwa kami menginginkan awak serta kapal-kapal Inggris itu dikembalikan segera dalam keadaan aman.“

Penangkapan itu terjadi ketika dua kapal angkatan laut Inggris memeriksa sebuah perahu tradisional di pesisir Irak. Inspeksi rutin itu dilakukan guna menghindari penyelundupan minyak bumi dari Irak atau senjata. Menurut keterangan dari London, inspeksi semacam itu merupakan bagian dari resolusi PBB. Disebutkan, kapal perang Iran mendekat ketika pemeriksaan sedang berlangsung dan memaksa kedua kapal Inggris itu masuk ke wilayah perairan Iran. Di Schatt el Arab, perbatasan antara perairan Irak dan Iran sulit dipastikan. Namun Komandan Marinir Inggris Nick Lambert mengatakan,

„Saya yakin mereka berada di perairan Irak. Tapi tentu saja, Iran akan mengatakan mereka berada di perairan Iran, karena sulit sekali menetapkan perbatasannya.“

Meski menyaksikan kejadian itu dari kapal utama Cornwall, marinir lainnya tidak melakukan intervensi. Jurubicara angkatan laut Inggris mengatakan bahwa masalah ini akan diselesaikan di tingkat puncak pemerintahan. Sementara di Iran wakil pemerintah Inggris, Kate Smith dipanggil oleh Kementrian Luar Negeri Iran yang memprotes tindakan ilegal memasuki wilayah perairan Iran.

Ketegangan antara kedua negara, Inggris dan Iran, juga berkaitan dengan program nuklir Iran. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Inggris turut merancang resolusi yang mencanangkan perluasan sanksi terhadap Iran. Rancangan resolusi yang masih belum diputuskan ini bertujuan mendesak Iran agar menghentikan program nuklirnya. Sebagian besar negara Barat khawatir bahwa Iran bertujuan militer dan sedang mengembangkan senjata nuklir. Namun selain itu ada masalah lain. Inggris mengeluhkan, bahwa Iran mencampuri permasalahan Irak dengan memberikan senjata dan dana kepada kelompok pemberontak. Hal ini secara tidak langsung mengancam pasukan Inggris. Lebih jauh lagi, Inggris juga menuduh Iran menyerang pasukan Inggris yang ditempatkan di kota pelabuhan Basra.