1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Iran: Jutaan Orang Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Timothy Jones AFP, ap, Reuters
6 Juli 2026

Massa memadati jalan-jalan di Teheran dalam prosesi penghormatan bagi mendiang pemimpin tertinggi Iran. Peristiwa besar ini dipandang sebagai unjuk kekuatan oleh rezim teokratis tersebut di tengah perundingan damai.

https://p.dw.com/p/5Gepg
Prosesi pemakaman yang melintasi Teheran telah menarik jutaan orang.
Prosesi pemakaman yang melintasi Teheran dihadiri jutaan orang.Foto: Majid Asgaripour/WANA/REUTERS

Prosesi yang membawa jenazah pemimpin tertinggi Iran yang meninggal dunia,  Ayatollah Ali Khamenei, dihadiri oleh jutaan orang di ibu kota Iran, Teheran.

Khamenei dan beberapa kerabatnya, yang peti mati mereka menjadi pusat perhatian dalam prosesi tersebut, tewas dalam serangan udara pada awal perang yang dilancarkan terhadap Republik Islam itu oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Kehadiran massa yang sangat besar itu dianggap  sebagai upaya rezim Iran untuk menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai kekuatan dan persatuan negara yang masih berlanjut, saat mereka melakukan negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen.

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Usai Serangan Balasan Dua Hari Beruntun

Seruan untuk membalas kematian Khamenei

Televisi pemerintah Iran menampilkan gambar yang diambil dari helikopter, memperlihatkan kerumunan orang yang membentang dari Lapangan Azadi (Kebebasan) di Teheran hingga beberapa kilometer ke sepanjang jalan dengan nama yang sama.

Peti mati Khamenei, yang berusia 86 tahun saat meninggal, dan para kerabatnya yang juga tewas dalam serangan udara tersebut, diangkut di atas sebuah truk yang dihiasi dengan ornamen seperti jeruji dekoratif yang biasa digunakan di sekitar makam seorang imam.

Banyak orang di sekitar truk  pembawa jenazah dan di sepanjang rute prosesi membawa poster, ornamen, dan spanduk yang menyerukan kematian Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Air disemprotkan ke arah para peserta prosesi untuk mendinginkan tubuh mereka di tengah suhu yang tinggi.

Prosesi tersebut direncanakan berlangsung di Teheran selama 12 jam sebelum mencapai tujuan akhirnya di Bandara Internasional Mehrabad, menurut Jenderal Hasan Hasanzadeh dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang mengawasi acara tersebut.

Masa berkabung resmi untuk Khamenei dimulai pada hari Sabtu (03/07) dan akan berakhir pada hari Kamis (08/07) dengan pemakamannya di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, kota kelahirannya.

Sebuah truk sedang mengangkut peti jenazah Ali Khamenei dan empat anggota keluarga lainnya yang tewas bersamanya.
Sebuah truk sedang mengangkut peti jenazah Ali Khamenei dan empat anggota keluarga lainnya yang tewas bersamanya.Foto: Majid Asgaripour/WANA/REUTERS

Pemimpin tertinggi baru Mojtaba Khamenei tidak tampak hadir

Putra Ali Khamenei, Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi, sejauh ini belum muncul dalam upacara pemakaman apa pun.

Ia diduga bersembunyi setelah dilaporkan mengalami luka parah dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya.

Israel telah mengancam akan membunuhnya, seperti yang telah mereka lakukan terhadap beberapa tokoh senior Iran di masa lalu.

Tiga putra Ali Khamenei lainnya sempat melakukan penampilan publik yang jarang terjadi pada pemakaman hari Minggu.

Pembicaraan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang tampaknya ditunda sampai rangkaian acara pemakaman Ali Khamenei selesai.

Negosiasi tersebut sejauh ini berfokus pada isu-isu seperti pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting pengangkutan minyak dan gas yang hampir ditutup Iran selama konflik, serta program nuklir Teheran yang menurut AS bertujuan mengembangkan senjata nuklir — sesuatu yang dibantah Iran.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Yuniman Farid

Jangan biarkan algoritme menyembunyikan berita. Jika Anda mengandalkan tim kami untuk laporan tepercaya, silakan luangkan waktu untuk memilih kami sebagai sumber favorit Anda di Google dengan mengklik di sini dan menekan tombol "bintang” atau "preferred”, agar Anda selalu melihat berita terverifikasi kami terlebih dahulu.

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait