Iran Jawab Tawaran Kompromi Internasional | Fokus | DW | 23.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Iran Jawab Tawaran Kompromi Internasional

Iran siap berunding. Demikian inti jawaban resmi Iran atas usulan lima negara anggota tetap DK PBB plus Jerman, untuk mengakhiri sengketa atom Iran.

Ali Larijani (ka) bertemu para wakil anggota tetap DK plus Jerman.

Ali Larijani (ka) bertemu para wakil anggota tetap DK plus Jerman.

Selasa (22/08) sekitar pukul 16 waktu setempat, ketua juru runding Iran untuk masalah nuklir, Ali Larijani, menyerahkan jawaban negaranya kepada para duta besar, wakil dari 5 negara pemegang hak veto, Inggris, Perancis, Cina, Rusia, plus Jerman. AS yang tidak punya hubungan diplomatik dengan Iran, diwakili oleh dutabesar Swiss untuk negara Persia itu. Penyerahan dokumen setebal 20 halaman itu berlangsung di Gedung Dewan Keamanan nasional di Teheran. Menurut laporan saksi mata, jurnalis luar negeri tidak diperbolehkan memasuki gedung tersebut. Satu-satunya yang mendapat ijin adalah televisi pemerintah Iran.

Sejauh ini tak disebutkan rincian jawaban tersebut. Larijani hanya menekankan, Iran siap melakukan perundingan secara luas. Namun Teheran tidak memberikan isyarat apapun mengenai tuntutan utama DK PBB yaitu untuk menghentikan kegiatan pengayaan uranium, sebelum akhir bulan ini.

Ketua juru runding Iran Ali Larijani mengatakan, walaupun tak ada pembenaran bagi langkah ilegal pihak lain untuk menyerahkan kasus Iran kepada DK, jawabannya telah disiapkan untuk membuka jalan kepada perundingan yang fair. Iran siap melakukan perundingan serius mulai Rabu 23 Agustus, demikian kata Larijani seperti dikutip kantor berita Iran ISNA. Ia mengatakan pula, Iran siap memainkan peran yang konstruktif menyangkut semua masalah dalam paket insentif yang ditawarkan lima negara anggota tetap DK PBB plus Jerman.

Jawaban Iran disambut berbagai reaksi. Pejabat Luar Negeri UE Javier Solana mengatakan, respon negara itu membutuhkan analisa yang terinci dan hati-hati. Dalam pernyataannya Solana yang sedang berlibur di Spanyol mengatakan, ia akan tetap membuka kontak dengan Ali Larijani. KB Reuters mengutip seorang diplomat Eropa yang mengatakan, jawaban Iran tersebut merupakan jawaban komprehensif. Pihak Iran menyambut kelanjutan negosiasi.

Sementara itu, Kementrian Luar Negeri AS menolak untuk langsung mengomentari respon Iran, sampai diperoleh kejelasan mengenai seluruh rinciannya. Namun seorang pejabat mengatakan, Menlu Condoleezza Rice telah kembali dari liburan untuk mempelajari jawaban resmi Teheran. Duta Besar AS untuk PBB John Bolton mengatakan, Washington siap bergerak cepat mengupayakan resolusi dengan sanksi ekonomi, jika Teheran menolak paket insentif tersebut. Namun tidak jelas, seberapa cepat anggota DK lainnya ingin bergerak.

Sengketa tentang program nuklir Iran muncul 4 tahun lalu dengan pengungkapan bahwa Iran secara diam-diam mengembangkan program atom lanjutan, selama hampir dua dekade. Lima negara anggota tetap DK plus Jerman menawarkan paket insentif pada Iran, mencakup bantuan ekonomi, politik dan keamanan, sebagai imbalan jika negara itu menghentikan program nuklirnya. Frustasi karena lambannya respon Iran terhadap paket tersebut, DK menetapkan tanggal 31 Agustus sebagai batas akhir bagi Iran untuk menghentikan pengayaan uranium. Jika tidak, Iran harus menghadapi kemungkinan sanksi.