1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Iran Bebaskan 10 Marinir AS yang Ditangkap

13 Januari 2016

Garda Revolusi Iran bebaskan kembali 10 marinir AS yang ditangkap dekat pulau Farsi. Teheran interogasi mereka terkait dugaan spionase. Iran desak AS minta maaf atas insiden ini.

https://p.dw.com/p/1HcKa
Iran stoppt zwei Boote der US-Marine
Foto: picture-alliance/dpa/US Navy/NMCS/M.L. Turner

Garda Revolusi di Teheran melaporkan telah membesakan 10 marinir Amerika Serikat yang ditangkap di wilayah perairan Iran. Pasukan elite Iran menyergap dua kapal angkatan laut kecil di perairan Teluk Persia Selasa kemarin. "Kami menangkap 10 marinir bersenjata lengkap yang memasuki perairan Iran dan membawanya ke pulau Farsi," kata sebuah pernyataan resmi.

Sebelumnya jurubicara Garda Revolusi, Ramazan Sharif kepada kantor berita Tasnim mengatakan; "Jika dalam interogasi kami menemukan bukti, bahwa tentara Amerika itu sedang dalam misi spionase, kami akan menangani mereka secara berbeda."

Komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, Admiral Ali Fadavi menyebutkan Rabu, penyidikan awal menyimpulkan sementara, dua kapal kecil milik angkatan laut Amerika Serikat itu mengalami "kerusakan navigasi" yang menyebabkan kapalnya mendekat ke pulau Farsi. "Ada kemungkinan perintah pembebasan dikeluarkan tidak terlalu lama", tambah perwira tinggi Iran itu.

Namun Fadavi juga mengatakan: "Ada aturan yang menyebutkan, jika ada kapal asing mendekat ke kawasan teritorial sebuah negara, mereka harus mengumumkan sebelumnya. Khususnya lagi jika itu kapal militer", tambah Fadavi.

Teheran sebelumnya membantah keterangan petinggi milliter AS bahwa serdadunya akan dibebaskan secepatnya."Kami tidak membantah maupun membenarkan berita tentang kemungkinan pembesan secepatnya. Itu cuma spekulasi yang dilansir oleh mereka", ujar f jurubicara pasukan elite Iran Shari.

Provokatif dan tidak profesional

Admiral Ali Fadavi dalam wawancara televisi Rabu ini juga menuduh kapal perang Amerika Serikat melakukan provokasi dan tidak profesional, dengan melakukan manuver selama 40 menit di kawasan Teluk Persia, setelah Iran menangkap 10 serdadunya.

USS Flugzeugträger Harry S. Truman
Kapal induk AS Harry S. Truman berada di perairan Teluk Persia Saat insiden terjadiFoto: picture-alliance/dpa

Teheran telah menuntut permintaan maaf dari Washington terkait insiden pelanggaran teritorial lautnya tersebut. Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif disebutkan sudah mengontak rekan sejabatnya di Washington, John Kerry membahas insiden ini.

Saat angkatan laut Iran menangkap dua kapal kecil yang diawaki 10 marinir AS itu, di kawasan perairan internasional dekat pulau Farsi berlayar dua kapal induk, masing-masing USS Harry S.Truman milik AS dan Charles de Gaule milik angkatan laut Perancis.

as/yf(rtr,afp,ap)