Iran Akhirnya Bebaskan 15 Pelaut Inggris | Fokus | DW | 04.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Iran Akhirnya Bebaskan 15 Pelaut Inggris

Hari ini 15 pelaut dan marinir Inggris yang dibebaskan Iran akan tiba kembali di Inggris.

Para pelaut sesudah pengumuman pembebasan

Para pelaut sesudah pengumuman pembebasan

Pembebasan ke 15 pelaut yang ditahan 12 hari ,itu mengakhiri suatu krisis yang menegangkan dan amat menguras perhatian dunia.

Perdana Menteri Tony Blair tidak segera bereaksi. Ia memastikan terlebih dahulu bahwa ke 15 warganya itu benar-benar dibebaskan. Sebelum kemudian Blair melakukan jumpa pers.

Blair: "Saya gembira bahwa mereka akhirnya dibebaskan. Ini merupakan kabar yang luar biasa melegakan bukan cuma buat mereka yang ditahan tetapi juga buat keluarga masing-masing yang mengalami ketegangan dan kecemasan selama 12 hari ini."

Blair menyebut, pembebasan itu bisa terjadi karena pemerintahnya mengambil langkah tepat dalam mengupayakan pemnyelesaian.

Blair: "Sepanjang krisis ini kita mengambil langkah dan pendekatan yang terukur. Tegas tapi tenang. Tidak tawar menawar tapi juga tidak menantang."

Pembebasan itu diumumkan presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dalam jumpa pers di Teheran, hari Rabu, tertenda sehari dari yang dijadualkan. Sesudah selama sekitar satu jam panjang lebar mengecam berbagai kebijakan Barat di Timur Tengah, barulah Ahmadinejad mengucapkan apa yang ditunggu-tunggu dunia:

"Kita lebih dari berhak untuk menyidangkan para pelaut Inggris itu. Namun sehubungan Maulud Nabi Muhamad, dan Paskah umat Kristen saya menyerahkan mereka sebagai hadiah kepada rakyat Inggris. Dan kini mereka dibebaskan".

Ahmadinejad sempat mengecam pemerimntah Perdana Menteri Tony Blair yang disebutnya, tidak berani mengaku salah atas pelanggaran wilayah yang dilakukan para pelautnya. Ia mbahkan set engah bercanda menyerukan Tony Blair untuk tidak mengadili para pelautnya karena telah mengaku salah melalui siaran televisi Iran.

Di London, Tony Blair memilih tidak menanggapi sentilan Ahmadinejad. Ia bahkan sama sekali tidak menyinggung pidato presiden Iran itu. Tony Blair memilih untuk berbicara seperti ini.

Blair: "Kepada rakyat Iran, saya ingin mengatakan: kami tak punya maksud buruk terhadap Anda. Sebaliknya kami menghormati Iran sebagai negara dengan peradaban tua, sebagai bangsa dengan kebanggaan dan sejarah yang penuh martabat. Dan peercekcokan kami dengan pemerintah Anda kami harap bisa diselesaikan melalui dialog. Saya harap, sebagaimana saya selalu berharap, di masa-masa depan penyelesaian damai itu selalu bisa kita capai."

Usai pidato pembebasan, Ahmadinejad menemui para pelaut Inggris, menyalami mereka satu-satu, berbasa-basi dan berusaha bercanda --kendati dengan senyum datar. Ia meledek salah satu pelaut:

"Apa kabar. Jadi Anda berkunjung di sini untuk suatu liburan wajib?"

Rencana pembebasan para pelaut Inggris ini sempat terkatung-katung. Dua hari sebelumnya muncul isyarat pembebasan itu, misalnya pemunculan para pelaut di media dalam pakaian sipil untuk pertama kalinya. Namun para diplomat Inggris, bahkan menteri luar negeri Margret Beckett menyerukan rakyat Inggris untuk tidak berharap terlalu muluk akan pembebasan segera. Sebelumnya, pembebasan pertama terhadap satu-satunya pelaut perempuan yang sebetulnya sudah dijanjikan secara resmi oleh Iran, mendadak dibatalkan. Perdana Menteri Tony Blair sempat memperingatkan kemungkinan Inggris menempuh jalan lebih keras. Namun kini para tahanan benar-benar dibebaskan.