Irak Semakin Panas, Bush Meradang | dunia | DW | 20.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Irak Semakin Panas, Bush Meradang

Presiden Amerika, George W. Bush sedang berkecil hati. Alasannya? Kekerasan di Irak semakin menjadi-jadi.

George W. Bush

George W. Bush

„Kekerasan disini benar-benar mengecilkan hati.“

Selain William Caldwell, belum ada jenderal Amerika Serikat yang menggambarkan situasi di Irak sedemikian jelas. Setelah lebih dari tiga setengah tahun perang di Irak, hampir 3000 tentara Amerika Serikat tewas.

Lebih dari 60 persen warga Amerika Serikat menentang perang Irak dan angka ini dapat terus meningkat sebelum bulan ini berakhir. Karena bulan Oktober ini adalah bulan yang paling berdarah bagi para tentara di Irak dalam dua tahun terakhir. Hingga hari Kamis kemarin, jumlah tentara yang tewas di bulan Oktober saja sudah mencapai 72 orang.

Warga Amerika Serikat dengan terkejut menyaksikan tayangan serangan terhadap para GI yang terus menerus diputar di televisi. Tayangan tersebut mengkonfirmasi komentar Jenderal Caldwell yang semenjak dua bulan berusaha mengurangi angka kematian di Bagdad. Usahanya gagal.

Caldwell „Operasi ‚Maju Bersama’ telah membawa perbaikan, tetapi pada dasarnya tidak memenuhi harapan kami akan berkurangnya kekerasan.“

Rata-rata setiap harinya 100 orang menjadi korban pasukan maut masing-masing kelompok kepercayaan. Di Amerika Serikat pemerintahan Irak ynag terkesan lemah menjadi perdebatan seperti halnya administrasi negara sendiri yang juga lemah. Sepertinya hanya Menteri Pertahan Rumsfeld saja yang masih melihat kebaikan dari perang tersebut.

Rumsfeld „Untuk beberapa waktu masih akan ada kekerasan di negara itu. Tetapi jika kita membentuk angkatan bersenjata Irak dengan baik, maka kita bisa memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada mereka. Salah besar jika ada orang-orang ynag mengatakan bahwa tentara Irak belum siap untuk mengambil resiko.“

Kemudian keluarlah analisa situasi Irak yang mengecilkan hati dari Jenderal Caldwell. Dan Presiden Bush untuk pertama kalinya menarik hubungan paralel antara Irak dan Vietnam dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC.

„New York Times“ membandingkan gerakan anti Amerika di Iran dengan operasi militer Vietcong di masa perang Vietnam tahun 1968 yang lalu. Dulu pasukan Vietnam Utara memulai rangkaian serangan yang mengejutkan di wilayah selatan negara itu. Mereka kalah dari segi militer, namun menang dari segi psikologis. Serangan tersebut kini dipandang sebagai titik balik yang penting, karena telah mengambil rasa kemenangan mayoritas warga Amerika Serikat dan membiarkan perlawanan anti perang di Amerika semakin berkembang.“

Bush „Times mungkin benar. Kekerasan memang semakin bertambah. Dan ini menjelang pemilihan. Mereka ingin sedapat mungkin menekan kita, supaya kita mundur dari Irak. Al Qaida sangat aktif disana. Jika mereka cukup banyak membuat kerusuhan disana, mereka berpikir orang Amerika Serikat akan lelah akan perang, dan pemerintahan mereka harus menarik mundur pasukan.“

Setidaknya kelelahan akan perang sudah lama merupakan sebuah kenyataan. Jajak pendapat ynag berbeda-beda telah membuktikan hal tersebut. Namun Bush tetap tidka mau tahun tentang penarikan mundur tentara Amerika Serikat. Ia meramalkan kesuksesan pasukannya suatu saat nanti.

Bush „Saya adalah orang ynag sabar. Saya melihat kesulitan ynag timbul, tetapi saya juga mengatakan bahwa kami tidak akan menyingkir dan melarikan diri.“

Iklan