1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

261111 Syrien Irak

27 November 2011

Liga Arab hari Minggu (27/11) melakukan voting untuk memutuskan sanksi terhadap Suriah. Rezim Bashar al Assad menuding Liga Arab berkhianat pada solidaritas Arab. Sementara Irak menolak untuk menjatuhkan sanksi.

https://p.dw.com/p/13I0t
Kursi Suriah kosong di Liga ArabFoto: dapd

Saat Liga Arab membahas sejauh apa sanksi yang akan dijatuhkan atas Suriah, Irak menolak bergabung dalam blokade ekonomi terhadap rejim Bashar Al Assad. Irak tidak mungkin melakukannya, begitu dijelaskan Menteri Luar Negeri Irak, Hoshjar Sebari.

Pasalnya, jumlah pengungsi Suriah di Irak diperkirakan mencapai satu juta orang dan Irak memiliki hubungan dagang yang erat dengan negara tetangganya itu. Presiden Irak Jalal Talabani juga mengakui bahwa pemerintahnya kuatir menghadapi radikalisme yang bisa mencuat di Suriah, setelah jatuhnya Assad. Penguasa baru bisa saja orang atau pihak yang anti demokrasi dan memusuhi Irak.

Sikap para pemimpin Irak juga mengisyaratkan, rasa kuatir atas aksi balas dendam yang bisa dilakukan Assad apabila Irak berpihak pada kelompok penentang Suriah. Sementara Irak sendiri belum stabil dan setiap bulannya sekitar 250 warganya tewas akibat bentrokan yang masih berlangsung.

Syrien Proteste gegen Präsident President Bashar Assad
Demonstrasi di Suriah anti Presiden Bashar AssadFoto: picture-alliance/dpa

Pakar Timur Tengah, Hilal Khashan menjelaskan, "Pemberontakan di Suriah menyulut kekerasan di Irak. Damaskus memiliki sejumlah agen di Irak yang tindakannya bertolak dari motto: apabila Suriah harus menderita, maka seluruh kawasan harus menderita juga. Jadi sebenarnya Suriah bisa memainkan kartunya untuk menekan Irak.“

Presiden Irak juga menentang adanya campur tangan asing di Suriah, baik itu dari negara-negara barat maupun dari Turki. Keterangan yang sering digaungkan dalam media resmi Suriah. Irak merupakan satu-satunya dari 22 negara Liga Arab yang abstain saat pengambilan suara terkait pembekuan keanggotan Suriah dalam Liga Arab. Yaman dan Libanon menolaknya.

Libanon kini juga menolak untuk turut menjatuhkan sanksi terhadap Suriah. Negara itu pernah diduduki oleh Suriah selama tiga dasawarsa, dan pemerintah Libanon kini memiliki hubungan erat dengan pemerintah Suriah.

Tengah malam menjelang hari Minggu (26.11.), Assad kembali melanggar batas waktu ultimatum yang ditetapkan Liga Arab. Sebagai konsekwensi Liga Arab harus menjatuhkan sanksi-sanksi yang dipertimbangkan.

Para menteri Liga Arab sebelumnya mengancam akan menghentikan penerbangan ke Suriah, tidak lagi melakukan transaksi dengan Bank Sentral Suriah, membekukan kekayaan pemerintah Suriah, serta membatalkan semua transaksi keuangan. Juga disebutkan, Liga Arab dapat menghentikan perdagangan komersial dengan pemerintah Suriah, kecuali komoditas strategis bagi rakyat.

Syrien Präsident Baschar al Assad
Presiden Suriah Bashar al AssadFoto: picture-alliance/abaca

Assad tampaknya tidak akan memenuhi tuntutan Liga Arab yang mencakup, dihentikannya kekerasan terhadap warga Suriah, pembebasan tahanan dan mengijinkan kehadiran pengamat dan jurnalis internasional di negara itu.

Front yang menentang Suriah kini mulai rentan. Pengaruh Assad mencapai kawasan di luar negaranya. Sikapnya pun menunjukkan hal itu, kata Hilal Khashan. Tambahnya,"Ini merupakan sebuah pesan kepada Barat, apabila melakukan intervensi terhadap Damaskus, maka Suriah akan melakukan pembalasan di Irak atau negara lain.“

Sebuah ancaman yang dimengerti oleh Bagdad maupun Beirut.

Ulrich Leidholt/Edith Koesoemawiria
Editor: Marjory Linardy