Instagram Tutup Akun Komik Gay Muslim Setelah Peringatan dari Pemerintah Indonesia | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 13.02.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

LGBT

Instagram Tutup Akun Komik Gay Muslim Setelah Peringatan dari Pemerintah Indonesia

Instagram menghapus akun yang tampilkan komik tentang perjuangan keseharian gay Muslim. Pemilik akun itu kini diburu polisi.

Pemblokiran akun @alpantuni di Instagram tercatat mulai hari ini, Rabu (13/02) pukul 05.00 WIB setelah Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima laporan publik dan melakukan verifikasi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakannya telah menghubungi Instagram dan meminta akun @alpantuni ditutup, atas alasan berisi konten pornografi.  "Instagram mematuhi permintaan kementerian,"  ujar juru bicara kementerian, Ferdinandus Setu, dikutip dari dpa.

Menurut pemrintah, akun instagram Alpantuni dianggap memenuhi unsur Pasar 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai larangan distribusi konten pornografi.

Komik-komik itu menggambarkan karakter-karakter gay yang menghadapi diskriminasi dan pelecehan, yang telah menjadi semakin umum di Indonesia sejak akhir 2015 ketika para politisi dan pemimpin agama konservatif memulai kampanye untuk menggambarkan orang-orang lesbian, gay, biseksual dan transgender sebagai ancaman terhadap bangsa, demikian dilansir dari Associated Press.

Akun dengan nama yang sama di Facebook, yang memiliki Instagram, juga tidak lagi dapat diakses.

Akun ini menampilkan 10 komik  dalam teks bahasa Indonesia. Posting  dalam akun itu di antaranya menunjukkan karakter bernama Alpantuni dilecehkan oleh orang lain karena  orientasi seksualitasnya.

Di Twitter, kontroversi mengenai akun ini  mengundang reaksi warganet.




Dikutip dari dpa, dalam beberapa tahun terakhir, polisi beberapa kali menyerbu tempat-tempat yang sering dikunjungi kaum  gay dan menahan mereka karena dicurigai terlibat pelacuran dan tindakan pornografi.

ap/ts (dpa/DAP/AP/apa/ml)

Laporan Pilihan