Inggris Pulangkan Kapal Migran Ilegal yang Berlayar dari Prancis | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.09.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Migrasi

Inggris Pulangkan Kapal Migran Ilegal yang Berlayar dari Prancis

Pemerintah Inggris mulai Kamis (09/09), dapat memulangkan kapal yang membawa migran ilegal melintasi Selat Inggris. Kebijakan tegas ini dipicu banyaknya kapal pengangkut imigran ilegal bertolak dari kawasan Prancis.

Migran ilegal dari Vietnam, Iran, dan Eritrea diselamatkan pihak berwenang Inggris

Ratusan perahu kecil dilaporkan telah berlayar dari Prancis ke Inggris sepanjang tahun 2021

Meningkatnya jumlah kapal migran yang berlayar secara ilegal mencoreng reputasi Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel dalam hal imigrasi, hukum, dan ketertiban. "Mengambil kembali kendali" perbatasan Inggris adalah bagian penting dari upaya negara itu keluar dari Uni Eropa dalam referendum Brexit 2016.

Namun, saat ini pemerintah Inggris telah menyetujui peraturan yang bisa menolak kedatangan kapal-kapal pembawa migran ilegal ke wilayahnya. Keputusan tersebut memperdalam keretakan diplomatik dengan Prancis dalam menghadapi gelombang pengungsi yang mempertaruhkan hidup mereka dengan mencoba menyeberangi Selat Inggris menggunakan perahu kecil.

Pihak berwenang di wilayah perbatasan Inggris akan dilatih untuk memaksa kapal putar balik menjauhi perairannya dengan menggunakan strategi baru yang aman, menurut seorang pejabat pemerintah yang tidak ingin diketahui identitasnya.

Pengesahan peraturan baru itu dilakukan setelah Patel mengadakan pembicaraan dengan Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin, yang sebelumnya telah memperingatkan Inggris dalam sebuah surat bahwa taktik baru "akan berisiko berdampak negatif pada kerja sama kedua negara."

Langkah untuk menghentikan "perdagangan keji"

Strategi baru untuk memulangkan kembali perahu migran dilaporkan telah diuji coba selama berbulan-bulan dan diawasi oleh Royal Marines, lapor Daily Telegraph. Namun, pejabat pasukan perbatasan mengatakan bahwa taktik itu hanya dapat digunakan dalam keadaan tertentu dan bukan "peluru perak", tambahnya.

Perdana Menteri Boris Johnson pada Rabu (08/09) mengatakan kepada parlemen, Inggris harus menggunakan setiap taktik yang mungkin dapat menghentikan "perdagangan keji" para penyusup yang membawa banyak migran melintasi Selat.

Ditanya oleh seorang anggota parlemen Konservatif, kapan Inggris akan mengambil tindakan langsung untuk mengirim kembali kapal-kapal yang datang dari Prancis, Johnson mengutuk "perilaku kejam para gangster, dalang kriminal" di balik penyeberangan migran itu. Dia mengatakan mereka mengambil uang dari "orang-orang yang putus asa dan ketakutan" untuk membawanya dalam "perjalanan yang sangat, sangat berbahaya" melintasi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Johnson memuji Patel karena mengatasi masalah "dengan cara terbaik, yaitu memastikan bahwa mereka tidak meninggalkan pantai Prancis."

Anggota parlemen saat ini tengah meneliti undang-undang yang akan mempersulit migran ilegal memasuki Inggris untuk tinggal dengan mengklaim suaka. Di sisi lain, aturan baru itu juga akan mengesahkan hukum pidana bagi mereka yang sengaja tiba di Inggris tanpa izin.

Prancis menilai strategi Inggris berbahaya

Dalam sebuah surat yang bocor ke media Inggris, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan, memaksa kapal kembali ke pantai Prancis akan berbahaya. Darmanin memprotes bahwa "menjaga nyawa manusia di laut diprioritaskan di atas pertimbangan kebangsaan, status, dan kebijakan migrasi", kata laporan itu.

Pada Juli lalu, Prancis dan Inggris sepakat mengerahkan lebih banyak polisi dan berinvestasi dalam teknologi pendeteksian untuk menghentikan penyeberangan ilegal melintasi perairan Selat Inggris. Polisi Prancis juga telah menyita banyak sampan, tetapi mereka  berdalih hanya dapat mengurangi arus keberangkatan kapal-kapal pengangkut ilegal para migran itu.

ha/as (AFP, Reuters)

Laporan Pilihan