Indonesia-Tunisia Tandatangani Nota Kesepahaman di Bali | dunia | DW | 24.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Indonesia-Tunisia Tandatangani Nota Kesepahaman di Bali

Indonesia dan Tunisia mulai memberlakukan bebas visa diplomatik. Kesepakatan ini dituangkan dalam naskah kerjasama kedua negara dalam Sidang ke-8 Komisi bersama RI-Tunisia di Ubud Gianyar Bali.

Indonesia dan Tunisia sepakat memberlakukan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas di kedua negara. Pemberlakuan bebas visa tersebut mempermudah kunjungan kerja dan pertemuan diplomatik para pemimpin kedua negara. Kesepakatan ini dituangkan dalam naskah kerjasama kedua negara dalam Sidang ke-8 Komisi bersama RI-Tunisia di Ubud Gianyar Bali Kamis (23/11) kemarin.

Kedua negara juga menandatangani empat Nota Kesepahaman, diantaranya kesehatan reproduksi, kebudayaan, industri dan kerjasama bidang ekonomi. Menteri Luar Negeri RI Hasan Wirayuda dalam keterangan persnya menyampaikan, dalam kerjasama bidang ekonomi Indonesia berharap, Tunisia dapat menjadi jalur ekspor Indonesia menuju pasar Eropa.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Tunisia Abdelwahab Abdallah menyatakan, kerjasama Indonesia dan Tunisia merupakan kerjasama istimewa, apalagi Indonesia turut membantu proses kemerdekaan Tunisia tahun 1950. Abdallah menegaskan kerjasama juga dilakukan atas persamaan padangan kedua negara terhadap konsep solidaritas:

"Mendalamnya hubungan bilateral yang terjalin diantara kedua negara kita berlandaskan persepsi atau visi yang sama diantara kita terhadap berbagai masalah atau isu-isu global yang selama ini terjadi di dunia, karena kita, Indonesia dan Tunisia, sama-sama berlandaskan pada prinsip-prinsip solidaritas dialog perdamaian dan keterbukaan."

Dalam bidang kesehatan reproduksi, kedua negara juga telah menyepakati untuk melakukan tukar informasi dan teknologi terutama dalam keluarga berencana. Apalagi Indonesia dan Tunisia telah diakui oleh dunia internasional dalam bidang keluarga berencana. Sementara dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, kedua negara menyetujui pemberian beasiswa bagi pelajar Indonesia yang belajar di Tunisia dan juga sebaliknya.

  • Tanggal 24.11.2006
  • Penulis Muliarta
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPAn
  • Tanggal 24.11.2006
  • Penulis Muliarta
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPAn
Iklan