Indonesia Ingin Tengahi Konflik Palestina | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 26.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Indonesia Ingin Tengahi Konflik Palestina

Pemerintah mengundang tokoh Hamas ke Jakarta untuk berdialog mencari penyelesaian masalah Palestina.

default

Dialog yang rencananya digelar bulan Maret mendatang, juga akan dihadiri beberapa tokoh dari Eropa dan Amerika. Juru bicara Departemen Luar Negeri, Desra Percaya menyatakan inisiatif ini diambil untuk menjembatani pandangan Hamas mengenai penyelesaian konflik Palestina ke dunia internasional. Indonesia berharap, nantinya Hamas akan memanfaatkan forum itu, untuk menyampaikan pandangan dan keinginan mereka atas penyelesaian masalah Palestina.

Desra Percaya: “Fokusnya kurang lebih, selama ini masyarakat internasional, terutama Barat, tidak bersedia mengakui Hamas. Padahal Hamas adalah bagian dari realitas politik di Palestina yang mendapat dukungan besar dalam pemilu lalu. Bagaimanapun ada keperluan untuk merangkul Hamas, dan selama ini Hamas juga belum pernah melakukan dialog dan menyampaikan apa sih pandangan mereka mengenai penyelesaian palestina dan juga pihak lain, belum pernah mendengar apa sih yang dimaui hamas. implikasinya adalah agar boikot dan pengembalian pajak yang ditahan itu segera dicairkan”

Hamas telah menyatakan bersedia menghadiri forum itu untuk melengkapi pertemuan-pertemuan sebelumnya, seperti pertemuan di Mekah. Namun sejauh ini belum ada kepastian mengenai tokoh yang diundang karena masih dalam tahap pembicaraan. Pemerintah Indonesia berharap, bahwa forum itu, nantinya akan melunakan sikap Hamas yang selama ini menjadi pemicu embargo internasional di Palestina. Namun pengamat Timur Tengah, Smith Al-Hadar, justru khawatir, bahwa pertemuan di Indonesia justru akan menguatkan sikap keras Hamas atas Israel, karena selama ini, pemimpin Islam di Indonesia banyak yang bersimpati dengan perjuangan Hamas.

Smith Al-Hadar: “Saya kira tidak akan ada perubahan berarti bagi Hamas, untuk dialog di Indonesia, apalagi di Indonesia ini, nanti para pemimpin islam mungkin justru akan memperkuat sikap Hamas. Ya, jadi para pemimpin indonesia yang mana yang nanti jadi andalan untuk membujuk Hamas mengubah pendiriannya, misalnya tokoh tokoh PKS, atau apa mungkin justru akan memperkuat Hamas. Simpati mereka terhadap perjungan Hamas, karena mereka menggangap perjuangan mengusir Israel itu perjuangan agama bukan perjungan politik untuk mendapatkan tanah airnya”

Selama ini Indonesia aktif mendukung upaya perdamaian di Palestina. Namun keinginan Indonesia menjadi penengah konflik di kawasan itu kerap terganjal, karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Hamas dan Fatah mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan bersama setelah melakukan perundingan di Mekah, Arab Saudi. Mereka setuju untuk mengisi pos-pos di pemerintahan Palestina dengan tokoh-tokoh dari kedua faksi.

Iklan