India dan Pakistan Kerjasama Lawan Terorisme | dunia | DW | 13.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

India dan Pakistan Kerjasama Lawan Terorisme

Nada pernyataan mulai lunak antara India dan Pakistan. Kedua pihak menyerukan kerjasama menghadapi aksi teror.

Penumpang kereta api di Mumbai menginap di stasiun

Penumpang kereta api di Mumbai menginap di stasiun

Para penyidik di Mumbai menyebarkan sketsa dalam upaya mengejar pelaku dan perancang serangan bom. Dalam operasi razia malam hari, sekitar 100 orang di investigasi. Kebanyakan dibebaskan lagi pada pagi hari. Penyidikan saat ini dikonsentrasikan ke kelompok militan Lashkar-e-Toiba dan SIMI. Menurut keterangan aparat keamanan, kedua kelompok ini mungkin bekerjasama dalam melaksanakan serangan. Hal ini sudah pernah mereka lakukan di masa lalu dalam serangan gelap di Mumbay.

Karena ada kemungkinan keterkaitan pelaku serangan bom ke Pakistan, pada awalnya muncul nada-nada keras antara kedua negara. Tapi sekarang mulai keluar pernyataan-pernyataan yang lebih lumak. Menteri Negara di kementerian Luar Negeri India Anand Sharma menerangkan, penting untuk melanjutkan proses perdamaian antara kedua negara.

Anand Sharma: „Kelompok yang berada di belakang serangan keji ini ingin menghentikan proses perdamaian. Karena itu sangat penting agar pemerintahan di Pakistan dan India tetap melanjutkan proses ini.“

Dalam pidato televisi yang penuh semangat, perdana menteri India Manmohan Singh, dalam pidato televisi menyerukan rakyatnya untuk bersatu padu melawan terorisme.

Manmohan Singh: „Tidak seorangpun akan memaksa India berlutut. Tidak seorangpun bisa menahan kemajuan kami. India akan tetap penuh percaya diri, dengan kepala tegak melangkah maju. Mari kita bersama-sama berdiri sebagai satu bangsa.“

Terutama di kota bisnis Mumbai, masyarakat sekarang bertekad tidak menyerah pada terorisme. Sekalipun serangan bom itu menakutkan, tetapi semua pihak berusaha kembali ke situasi normal. Para pedagang dan pelaku ekonomi tidak terlalu khawatir ada dampak ekonomi. Malah indeks bursa saham hari Rabu kemarin justru naik sampai 3 persen. Anand Mahindra, Direktur perusahaan otomotif ‚Mahindra & Mahindra’ di Mumbai menerangkan, krisis ini tidak akan menggoyahkan Mumbai.

Anand Mahindra: „Kami punya banyak pengalaman mencari peluang dalam situasi krisis. Karena itu kepada para teroris saya hanya bilang: lebih sering kalian menciptakan krisis, kalian akan membuat kami lebih kuat.“

Awalnya banyak kritik muncul tentang situasi keamanan. Pihak oposisi melontarkan kecaman keras karena menilai pemerintah kurang tegas menghadapi para teroris. Tapi sekarang kritik mulai beganti dengan seruan-seruan agar semua pihak bersatu padu. Pimpinan oposisi Lal Krishna Advani mengajak semua pihak bekerjasama.

Lal Krishna Advani: „Pada saat ini, pemerintah dan rakyat harus bekerjasama untuk memerangi terorisme. Saat ini bukan waktunya melontarkan kritik.“

Setelah serangan rangkaian bom di Mumbai, pemerintah dan aparat keamanan India memberlakukan situasi siaga di seluruh negeri. Awalnya muncul kekhawatiran akan terjadi bentrok antar agama. Tapi, aktor ternama India Faruk Sheik menilai, India sudah belajar dari pengalaman masa lalu.

Faruk Sheikh: „India sadar, tidak ada gunanya menyalahkan salah satu kelompok etnis atau agama. Karena tidak ada yang tau, siapa saja yang jadi korban dalam serangan bom. India tidak akan masuk perangkap ini.“

Iklan