Independent Diplomat, Pemberi Bantuan Diplomasi Awal Negara Baru | Sosial | DW | 29.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Independent Diplomat, Pemberi Bantuan Diplomasi Awal Negara Baru

Organisasi non pemerintah Independent Diplomat merupakan salah satu organisasi yang membantu negara baru seperti Somaliland dalam menyampaikan aspirasi di markas besar PBB di New York.

Jika suatu wilayah ingin menjadi negara merdeka seperti Kosovo, Somaliland atau Sahara Barat, wilayah tersebut memerlukan bantuan diplomasi awal. Christina Kiel dari Independent Diplomat mengatakan alasannya: “Saat ini sangat banyak pembicaraan mengenai Somalia dan pergerakan di sana. Apalagi di daerah tersebut terdapat negara yang stabil dan demokratis yang ingin ikut serta dalam menjaga stabilitas kawasan Tanduk Afrika. Tapi mereka juga tidak mau dicampuradukkan dengan sisa kawasan Somalia lainnya.”

Independent Diplomat mengumpulkan informasi mengenai setiap negara, berbicara dengan para pengambil keputusan, melaporkan pembangunan bidang yang dianggap penting bagi negara tersebut kepada Perserikatan Bangsa Bangsa dan memberikan saran pada negara yang mereka wakili supaya mereka dapat berperan aktif di PBB. Independent Diplomat menjadi perwakilan suatu Negara sekaligus menjadi penasihat.

Organisasi yang berasal dari Jerman tersebut pernah membantu Kosovo dalam perundingan dengan wakil Dewan Keamanan PBB. Saat ini, Independent Diplomat mendampingi delegasi Kosovo di PBB dalam melakukan tugasnya. Kerja Independent Diplomat membuahkan hasil. Kiel menceritakan: "Alasannya bagi klien kami karena mereka tidak mampu atau dalam kasus Kosovo, mereka tidak diizinkan membentuk kementerian luar negeri. Waktu itu Kosovo memang secara internasional belum diakui kedaulatannya.“

Negara-negara yang menjadi klien membayar jasa Independent Diplomat sesuai dengan kemampuan mereka. Sebagian hanya membayar biaya akomodasi para petugas organisasi independen tersebut jika mereka berada di negara klien. Sebagian lagi mendapatkan sponsor dari berbagai yayasan. Dengan tim yang beranggotakan mantan diplomat, pekerja PBB dan pakar serta di bawah pimpinan mantan duta besar Inggris, Independent Diplomat ingin menciptakan perdamaian:

"Kami menganggap pemerintah negara kecil dan terpinggirkan tidak punya pengaruh dalam masyarakat internasional. Dan jika mereka berada dalam situasi konflik dan terancam perang, negara-negara tersebut tidak menggunakan jasa diplomasi internasional. Kami ingin mencegah hal seperti itu dan bekerja sama dengan negara-negara tersebut.“

Christina Kiel menekankan, Independent Diplomat tidak menjadi juru runding negara-negara kliennya di PBB dan mendesak supaya kedaulatan atau kemerdekaannya diakui. Jadi, apa saja tugas Independent Diplomat? Menurut Profesor Ilmu Politik dan pakar PBB Edward Luck, Independent Diplomat bertugas membantu negara-negara baru yang belum memiliki pengalaman diplomasi. Bantuan tersebut diberikan hingga negara-negara tersebut mampu menyampaikan aspirasinya di PBB.