Imigran sebagai Tema Pemilu Kongres AS | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 01.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Imigran sebagai Tema Pemilu Kongres AS

Imigran merupakan beban. Imigrasi menjadi tema kampanye pemilihan anggota kongress Amerika Serikat yang akan berlangsung 7 November mendatang.

Imigran Meksiko berupaya masuk ke AS secara ilegal

Imigran Meksiko berupaya masuk ke AS secara ilegal

Terutama di negara-negara bagian daerah selatan Amerika Serikat, masalah imigran menjadi salah satu tema dalam kampanye pemilihan yang diperdebatkan secara keras. Dalam hal ini para kandidat dari kedua partai saling mengkritik, bahwa mereka tidak cukup berusaha untuk membatasi imigran gelap yang memasuki Amerika Serikat.

Contohnya di Georgia, dimana diperkirakan tercatat lebih dari seperempat juta imigran gelap dan parlemennya telah mengesahkan undang-undang yang tidak memperbolehkan imigran tanpa ijin tinggal untuk mendapatkan tunjangan pemerintah. Kandidat dari Partai Republik, Max Burns, dalam slogan iklan kampanye pemilihannya mengatakan,

Wahlkampfspot: „Masalah Georgia dengan imigran gelapnya merupakan masalah yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat, tetapi anggota kongres John Barrow bekerja mengadakan program intergrasi bagi para imigran gelap ini. Ia bahkan telah menyetujui untuk membayar biaya rumah sakit para imigran gelap.”

John Barrow dari PArtai Demokrat, yang juga kembali mencalonkan diri, membalas dengan slogan iklannya sendiri.

Wahlkampfspot: “John Barrow telah memberikan suaranya di kongres agar imigran gelap di Amerika Serikat diumumkan sebagai kejahatan. Dan ia juga telah memberikan suaranya, agar orang-orang yang mempekerjakan para imigran gelap ini dihukum.”

Tetapi, pada akhirnya kongres Amerika Serikat dapat menyepakati dalam sisa jangka waktu badan legislatif bersidang untuk menginvestasikan jutaan dollar agar perbatasan antara Amerika dan Mexiko diperkokoh. Tetapi mereka belum dapat memutuskan, bagaimana memperlakukan para imigran gelap ini.

Menurut peneliti pemilihan Kellyanne Conway, rakyat sekarang bergantung dengan masalah imigran gelap ini untuk menentukan pilihan anggota kongres mereka, karena persaingan pendistribusian yang semakin keras di Amerika Serikat.

Conway: Orang-orang melihat masalah imigran gelap dalam aspek ekonomi. Mereka mengatakan, akan membiayai sekolah khusus, rumah sakit dan jalan-jalan dengan uang pajak mereka. Para imigran merupakan beban.”

Tetapi masih diragukan, bahwa Partai Republik akan dapat mendapat keuntungan dengan sikap seperti ini. Karena banyak kandidat partai demokrat dari wilayah pemilihan yang memanfaatkan sentimen terhadap imigran gelap. Selain itu, Presiden Bush yang telah berbicara tentang legalisasi sebagian dari imigran gelap di Amerika Serikat, dapat mengumpulkan beberapa nilai tambahan dari pemilih keturunan Amerika Latin dalam pemilihan lalu.

Tetapi menurut Simon Rosenberg dari institut penelitian pemilihan NDN, hal ini tidak akan banyak membantu Partai Republik dalam kampanye pemilihan ini.

Rosenberg: „Menurut saya, tema ini merupakan tema kalah untuk Partai Republik. Orang-orang Latin merupakan kelompok pemilih yang jumlahnya paling kuat tumbuh dan mereka tahu, bahwa Partai Republik lah yang membuat hidup mereka sulit. Dengan demikian partai ini akan sulit memenangkan pemilihan di Amerika Serikat pada abad ke-21.“

Banyaknya prajurit keturunan Amerika Latin yang ambil bagian dalam perang Irak dan tingkat kematian mereka yang tinggi juga membuat partai Bush tidak populer dikalangan orang Latin, lanjut Rosenberg. Imigrasi jelas merupakan tema yang peka dalam kampanye pemilihan anggota kongres dan juga sebuah pedang bermata dua.

Iklan