1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

IMF laporkan Prospek Ekonomi Asia

12 April 2007

Meski tak berkembang secepat tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Cina dan India 2007 akan terus mendorong ekonomi Asia.

https://p.dw.com/p/CP7F
Kantor Pusat IMF di Washington
Kantor Pusat IMF di WashingtonFoto: IMF

Ekonomi kawasan Asia akan mengalami pertumbuhan 8,4 persen. Dana Moneter Internasional, IMF memperkirakan, angka itu sedikit lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 8,9 persen. Demikian disebutkan dalam laporan IMF yang dirilis hari Rabu (11/04).

Dalam laporan Prospek Ekonomi Dunia 2007 itu, IMF memperhitungkan bahwa Asia tidak akan terelalu terpengaruh oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Simon Johnson, direktur bidang penelitian IMF mengatakan:

“Hampir di seluruh dunia akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang memadai. Ini bagus, karena hal itu juga akan berdampak baik pada konjunktur Amerika Serikat selain itu akan mengakibatkan pertumbuhan yang seimbang.“

Menurut IMF, kawasan Asia sekarang lebih terpengaruh perkembangan di Cina, sementara pengaruh Amerika Serikat menurun.

Dari tahun 2000 hingga 2005, ekspor dari negara-negara Asia ke Cina meningkat dengan cepat. Namun disebutkan juga, meski tetap tinggi, perkembangan ekonomi riil akan menurun tahun ini dan tahun depan. Ini menggambarkan dampak ekonomi Cina dan India yang sengaja berusaha meredam pertumbuhan ekonomi untuk menghindari inflasi.

Ekonomi Cina yang merupakan ke empat terbesar di dunia diperkirakan akan tumbuh sampai 10 persen di tahun 2007 dan 9,5 persen di tahun 2008. Tahun 2006 lalu, ekonomi Cina berkembang 10,7%. Sementara ekonomi India diprediksi akan berkembang 8,4 persen di tahun 2007 dan 7,8 persen di tahun 2008, turun bila dibandingkan dengan 9,2 persen di tahun 2006.

Sementara laporan ekonomi IMF itu memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia Tenggara. Indonesia yang merupakan negara berpenduduk ketiga terbanyak di Asia, ekonominya akan berkembang 0,5% persen. Diperkirakan tahun 2007 ekonomi Indonesia akan berkembang 6%, naik dibandingkan tahun lalu pada 5,5%.

Menurut pakar ekonomi, Faisal Basri pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah hal. Ia menerangkan, pertumbuhan ekonomi lebih dipicu oleh konsumsi pemerintah dan ekspor.

Senada dengan itu, laporan IMF juga mencatat, bahwa salah satu faktor peningkatan ini adalah menguatnya permintaan didalam negeri yang diakibatkan oleh pemangkasan suku bunga.

Di negara Asia Tenggara lainnya, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Thailand akan menurun dari 5,0% tahun lalu menjadi 4,5%. Sementara ekonomi Singapura akan merosot dari 7,9% menjadi 5,5%.

Juga pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur akan mengalami pelambanan, misalnya di Taiwan maupun Korea Selatan. Laporan itu menyatakan bahwa sepuluh tahun setelah kriris ekonomi Asia, pasar keuangan wilayah ini masih terbuka terhadap perubahan-perubahan yang diakibatkan risiko yang dihadapi secara global.