Doni Monardo: Pemudik Secara Tak Langsung Telah Membunuh Orang Tuanya | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 21.04.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Doni Monardo: Pemudik Secara Tak Langsung Telah Membunuh Orang Tuanya

Masyarakat diimbau tak mudik Lebaran 2021 karena tak ada jaminan pemudik bebas COVID-19 meskipun telah membawa surat tes negatif. Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo juga tekankan minimnya fasilitas kesehatan di daerah.

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengimbau masyarakat, khususnya warga Aceh, agar tidak melakukan mudik ke kampung halaman pada Lebaran 2021. Doni mengatakan melakukan mudik secara tidak langsung telah membunuh orang tua di kampung halaman.

Doni Monardo awalnya mengatakan bahwa tak ada jaminan pemudik akan bebas COVID-19 meskipun telah membawa surat hasil tes negatif. Doni menyebut risiko penularan sangat tinggi saat di perjalanan.

"Tidak menjamin seseorang yang sudah membawa dokumen negatif COVID-19 akan selamanya negatif. Kita sudah buktikan, mereka yang berada di dalam perjalanan itu punya risiko yang sangat tinggi," kata Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh, Selasa (20/4/2021), seperti dalam rilis di situs resmi BNPB.

"Mereka sudah negatif COVID-19, merasa nyaman, tetapi tanpa sadar mereka menyentuh bagian tertentu dari permukaan benda-benda yang mungkin sudah terkena droplet dari seseorang yang positif COVID-19," jelas Doni.

Doni mencontohkan, jika seorang pemudik terinfeksi COVID-19 dalam perjalanan dan tiba di kampung halaman, yang bersangkutan menjadi carrier dan berpotensi menulari sanak famili, termasuk orang tuanya di rumah.

Doni mengingatkan bahwa tidak semua daerah di kampung halaman memiliki fasilitas kesehatan yang baik. Akibatnya, dapat menimbulkan risiko yang fatal jika ada anggota keluarga yang tertular karena kendala fasilitas kesehatan. Dia mengatakan seorang pemudik yang pulang ke kampung halaman secara tak langsung telah membunuh orang tua.

"Di kampung belum tentu tersedia rumah sakit, belum tentu tersedia dokter, belum tentu tersedia fasilitas kesehatan yang baik," jelas Doni.

"Apa artinya? Yang bersangkutan (pemudik) sama halnya secara tidak langsung telah membunuh orang tuanya," imbuh Doni. 

'Libur panjang pasti diikuti kenaikan kasus COVID-19'

Atas dasar itu, Doni mengatakan maka pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini. Hal itu sudah diatur dalam Surat Edaran Ketua Satgas Nomor 13 Tahun 2021 dan telah menjadi strategi sekaligus upaya pencegahan dan mitigasi dalam menekan angka kasus COVID-19 di Tanah Air pada masa libur hari nasional.

Adanya aturan tersebut, kata Doni, juga berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, yang setiap akhir liburan selalu diikuti dengan kenaikan kasus COVID-19. Hal itu disebabkan oleh adanya mobilitas masyarakat yang tinggi selama liburan.

"Setiap akhiran libur panjang pasti diikuti dengan kenaikan kasus COVID-19," kata Doni.

Salah satu contoh kenaikan kasus berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, hal itu terjadi pada libur Idul Fitri pada 2020 menunjukkan ada kenaikan angka kasus hingga 93 persen. Adapun hal itu juga diikuti dengan meningkatnya fatality rate hingga 66 persen.

"Setelah libur Idul Fitri pada tahun lalu, kenaikan kasus meningkat hingga 93 persen. Jumlah prosentase tersebut juga diikuti dengan kenaikan angka kematian mingguan sebanyak 66 persen," jelas Doni.

Lebih lanjut, Doni juga mengatakan bahwa dalam rangka melakukan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Doni kembali mengingatkan warga untuk melakukan protokol kesehatan 3M.

Pemerintah kata, menurut Doni, juga harus melakukan upaya 3T untuk deteksi hingga penelusuran kasus secara konsisten. Selanjutnya, program vaksinasi juga harus dilaksanakan demi mencegah terjadinya risiko terburuk akibat COVID-19.

"Penanganan COVID-19 tidak hanya dapat dilakukan dari satu sisi. Upaya pencegahan seperti 3M dan 3T hingga program vaksin harus tetap dijalankan dan kuncinya adalah konsisten," jelas Doni. (pkp/ gtp)

Baca selengkapnya di: detiknews

Doni Monardo: Pemudik Secara Tak Langsung Telah Membunuh Orang Tuanya

Laporan Pilihan