Ilmuwan: Virus Corona dari Wuhan Bisa Menular Melalui Tinja | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.02.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Virus Corona

Ilmuwan: Virus Corona dari Wuhan Bisa Menular Melalui Tinja

Para ilmuwan di Cina ungkapkan cara lain yang memungkinkan penularan virus corona jenis baru, yaitu lewat kotoran manusia.

Ilustrasi virus corona (picture-alliance/dpa/AP/Centers for Disease Control and Prevention )

Ilustrasi virus corona

Virus yang telah merenggut nyawa lebih dari 360 orang di Cina ini diketahui dapat ditularkan melalui sistem pencernaan dan melalui kotoran manusia, demikian menurut laporan para ilmuwan yang dikutip oleh kantor berita Cina, Xinhua.

Ini berarti bahwa virus corona jenis baru (2019-nCoV) dapat menginfeksi tubuh manusia melalui rute feses-oral, yaitu patogen keluar bersama kotoran dan masuk ke mulut orang lain. Hal ini mungkin terjadi karena buruknya kebersihan, kurangnya fasilitas sanitasi, tercemarnya tanah dan air dengan materi tinja atau melalui kontaminasi makanan.

Para ahli dari Rumah Sakit Renmin di Universitas Wuhan dan Institut Virologi Wuhan pada Akademi Ilmu Pengetahuan Cina memperhatikan bahwa gejala awal beberapa pasien yang terinfeksi virus corona adalah diare, bukan demam seperti yang umumnya terjadi.

Tim peneliti menemukan adanya asam nukleat virus corona di dalam tinja dan rektum pasien. Mereka percaya bahwa virus corona jenis baru ini memiliki kemungkinan cara penularan melalui feses-oral selain juga lewat cairan dan kontak tubuh.

Menyebar dengan cepat

Virus corona jenis baru dilaporkan berawal dari pasar yang menjual hasil laut segar di Wuhan pada akhir tahun lalu. Hingga Minggu (02/02) Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah mengkonfirmasi kasus pasien terinfeksi virus ini sebanyak 14.557 orang, dengan sebanyak 14.411 kasus di antaranya ditemukan di Cina.

Kekhawatiran penyebaran wabah virus corona jenis baru (Imago/Z. Zheng)

Pemeriksaan temperatur tubuh di sebuah stasiun kereta api di Provinsi Shandong, Cina, pada 2 Februari 2020 di tengah merebaknya wabah virus corona.

Hingga hari Minggu, sejumlah negara di Asia yang telah terkonfimasi adanya kasus virus corona antara lain yaitu Jepang (20 kasus), Thailand (19 kasus), Singapura (18), Korea Selatan (15), Malaysia (8) dan Vietnam (7). Di Australia terdapat 12 kasus dan Amerika Serikat 8 kasus. Sedangkan di Eropa, sedikitnya 8 kasus virus corona ditemukan di Jerman dan 6 di Prancis.

Data WHO menyebutkan bahwa sebagian besar dari mereka yang terinfeksi berasal dari Wuhan atau pernah bepergian ke Wuhan.

Pada wabah yang juga disebabkan oleh virus corona jenis lain, seperti wabah sindrom pernapasan akut timur tengah atau MERS dan SARS, penularan dari manusia ke manusia terjadi melalui cairan tubuh dan kontak. WHO pun memperkirakan cara penularan virus corona 2019-nCoV tidak jauh berbeda.

Selain rutin mencuci tangan, WHO juga menyarankan publik untuk menghindari kontak langsung dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut serta menghindari kontak langsung dengan hewan ternak dan satwa liar.

ae/vlz (Xinhua, WHO)