IAEA dan Iran Sepakati Roadmap Program Nuklir | dunia | DW | 12.11.2013
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

IAEA dan Iran Sepakati Roadmap Program Nuklir

Ketua IAEA Yukiya Amano berkunjung ke Teheran dan berbicara langsung dengan Ali Akbar Salehi. Sementara perundingan kelompok 5+1 dan Iran di Jenewa belum membuahkan hasil.

Iran akan mengijinkan inspeksi IAEA ke reaktor nuklir Arak yang sedang dibangun. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Ketua IAEA Yukiya Amano dan Ketua Program Atom Iran, Ali Akbar Salehi hari Senin (11/11) di Teheran. Kedua pihak menandatangani roadmap pengawasan program nuklir Iran yang lama jadi sengketa.

"Hari ini telah ditandatangani sebuah kesepakatan dengan rincian roadmap kerjasama yang merupakan kontribusi besar bagi penyelesaian masalah-masalah lainnya", kata Salehi dalam konferensi pers bersama Amano yang disiarkan televisi Iran.

Amano menyebut kesepakatan itu sebagai "sebuah langkah penting" namun menambahkan "masih banyak yang harus dilakukan".

"Langkah-langkah praktis akan diterapkan dalam tiga bulan mendatang, terhitung mulai hari ini," kata Ketua IAEA Amano.

IAEA sudah melakukan inspeksi pada beberapa program nuklir Iran namun ingin melakukan investigasi lebih lanjut tentang kemungkinan Teheran mengembangkan senjata nuklir. IAEA ingin mengunjungi pangkalan militer Parchin, yang menurut data intelijen barat bisa menjadi markas pengembangan penelitian senjata atom.

Belum sepakat di Jenewa

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan, konsultasi kelompok 5+1 dan Iran di Jenewa hampir mencapai kesepakatan di Jenewa. Menurut Kerry, kelompok 5+1 yang terdiri dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman sebenarnya sudah menyetujui satu proposal, tapi pihak Iran "pada saat itu" belum bisa menerima proposal tersebut.

Dalam konsultasi sepanjang akhir minggu lalu di Jenewa, para menteri luar negeri kelompok 5+1 sempat berkumpul di Jenewa dan banyak media berspekulasi akan tercapai kesepakatan. Namun akhirnya konsultasi diakhiri tanpa hasil dan akan dilanjutkan 20 November mendatang.

John Kerry mengatakan hari Senin (11/11) di Abu Dhabi, ia berharap kesepakatan dengan Iran dicapai dalam beberapa bulan ini. Amerika Serikat tidak memaksakan penyelesaian secepat mungkin.

"Ini bukan perlombaan hanya untuk menyelesaikan sebuah kesepakatan", katanya.

Perancis optimis

Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius menyatakan optimis sengketa program nuklir Iran bisa diselesaikan. Sebagian kalangan diplomat di Jenewa sebelumnya menyatakan, kesepakatan dengan Iran gagal karena ada penentangan dari Perancis.

Namun Fabius membantah penilaian itu dan mengatakan, "Perancis bersikap independen dan bekerja untuk perdamaian"..

Pihak barat menuduh Iran melaksanakan program nuklir untuk mengembangkan senjata nuklir, sedangkan Iran berulangkali membantah tuduhan itu dan menyatakan, program atomnya hanya dijalankan untuk kepentingan sipil dan damai.

Upaya pendekatan Iran dan Barat mulai terlihat setelah Hassan Rouhani terpilih sebagai presiden baru menggantikan Ahmadinejad.

hp/ab (afp, rtr, dpa)

Laporan Pilihan